Menlu Tegaskan Traktat Keamanan Indonesia-Australia Bukan Pakta Militer

- Jumat, 06 Februari 2026 | 16:55 WIB
Menlu Tegaskan Traktat Keamanan Indonesia-Australia Bukan Pakta Militer

"Yang kalau ditinjau dari sisi historisnya, perjanjian ini bukanlah merupakan sesuatu yang baru, modelnya juga kita mengambil model dari apa yang disebut Lombok Treaty tadi disampaikan di tahun '95. Kemudian isu-isu yang menjadi concern bersama tentang keamanan nanti dibahas dalam forum konsultasi ini. Intinya kurang lebih seperti itu," jelasnya.

Ia merujuk pada traktat serupa yang pernah disepakati oleh PM Australia Paul Keating dan Presiden Soeharto pada Desember 1995. Referensi historis ini menunjukkan adanya kontinuitas dan pola kerja sama yang telah terjalin lama, bukan sebuah lompatan kebijakan yang tiba-tiba.

Penegasan: Bukan Pakta Militer

Di tengah berbagai spekulasi yang beredar, Sugiono dengan tegas membedakan traktat konsultasi ini dari konsep pakta militer klasik. Penjelasannya berusaha meluruskan pemahaman publik tentang hakikat dan batasan perjanjian tersebut.

"Ini bukan merupakan pakta, ini bukan merupakan, bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer gitu. Tidak ada yang kemudian seperti yang tadi disampaikan bahwa ancaman terhadap satu negara merupakan dipersepsikan sebagai bahaya juga atau bagi negara yang lain, tidak seperti itu. Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di wilayah," ungkapnya.

Dengan penegasan berulang ini, pemerintah ingin menyampaikan bahwa inti dari traktat adalah membuka saluran dialog dan konsultasi yang lebih terstruktur. Fokusnya adalah pada pembahasan situasi keamanan kawasan, tanpa membawa implikasi otomatis berupa kewajiban pertahanan bersama yang lazim ditemui dalam aliansi militer formal.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar