"Awalnya anak saya mengirim foto ke medsos, lalu dikomentari oleh para pelaku sampai mengechat langsung ke anak saya," jelas Mayuniar.
Di sisi lain, respons dari pihak sekolah datang dengan nada berbeda. Menurut mereka, persoalan ini sudah dituntaskan lewat jalur kekeluargaan. Kedua belah pihak dikatakan telah berdamai dan bahkan menandatangani surat pernyataan perdamaian.
Kepala SMAN 1 Bengkulu, Syahroni, mengonfirmasi penyelesaian ini.
"Kami pihak sekolah sudah melakukan penyelesaian dengan memanggil kedua belah pihak dan sudah melakukan perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak. Pihak keluarga (pelaku) bersedia memberikan pengobatan hingga korban sembuh dan pulih," kata Syahroni.
Meski demikian, gema dari video viral itu masih terus bergulir. Meninggalkan tanda tanya besar tentang efektivitas penyelesaian yang diambil, dan tentu saja, luka mendalam yang mungkin butuh lebih dari sekadar surat pernyataan untuk sembuh.
Artikel Terkait
TMII Siapkan Pawai Budaya hingga Tari Kecak untuk Ramaikan Libur Lebaran 2026
Penertiban Dishub DKI Kosongkan Parkir Liar di Depan IRTI Monas
Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan Opsi WFA untuk Urai Puncak Arus Balik
Beckham Putra Tunda Mudik, Fokus Persiapan FIFA Series Bersama Timnas Indonesia