Arus Balik Lebaran 2026 Padati Jalur Pantura Cirebon dan Nagreg Bandung

- Selasa, 24 Maret 2026 | 14:15 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 Padati Jalur Pantura Cirebon dan Nagreg Bandung

Selasa pagi itu, suasana di jalur Pantura Kota Cirebon sudah ramai. Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa geliatnya, dengan pemudik yang memadati ruas jalan arteri utama. Dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta, deretan kendaraan roda dua masih mendominasi pemandangan.

Menurut pantauan di lokasi hingga pukul sepuluh pagi, lalu lintas memang padat. Data dari Dinas Perhubungan setempat punya angka yang konkret: tercatat 26.164 sepeda motor dan 2.636 mobil telah melintas dari arah timur sebelum pukul 10.30 WIB. Rupanya, dominasi motor ini masih menjadi ciri khas perjalanan tahun ini.

Melihat lebih dekat, pemudik di atas motor itu membawa segunung barang bawaan. Tas besar, kardus, hingga oleh-oleh khas Lebaran diikatkan dengan kreatif di jok belakang. Sementara itu, mobil-mobil yang melintas menunjukkan variasi pelat nomor yang menarik. Tak cuma pelat B dari Jakarta, tapi juga banyak kendaraan dengan pelat lokal Cirebon dan sekitarnya.

Kondisi ini mengundang tanya. Ternyata, menurut sejumlah pengamat di lapangan, banyak pemudik yang tak langsung pulang ke kota tujuan. Mereka memilih singgah dulu di Cirebon, entah untuk bersilaturahmi lagi atau sekadar cari hiburan sebentar sebelum kembali ke rutinitas. Hal ini diduga jadi salah satu alasan mengapa jalur Pantura tetap dipilih, meski rekayasa lalu lintas one-way sudah diterapkan di ruas tol menuju Jakarta.

Secara umum, arus di Pantura terpantau ramai lancar. Petugas dari Dishub dan polisi terlihat siaga di beberapa titik strategis. Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, jaga jarak aman, dan atur waktu perjalanan dengan baik terutama untuk menghindari puncak kepadatan nanti.

Di sisi lain, nasib serupa dialami oleh jalur Nagreg di Kabupaten Bandung. Wilayah ini menghadapi puncak gelombang pertama arus balik pada hari yang sama. Catatan Dishub Bandung hingga pukul 10.00 WIB sudah mencapai 50.065 kendaraan yang mengarah ke Bandung.

Angka ini melanjutkan tren tinggi dari hari sebelumnya, Senin (23/3), di mana volume kendaraan tembus 148.266 unit. Kalau dijumlah, sudah lebih dari 198.000 kendaraan yang melintas dalam dua hari belakangan.

Eric Alam Prabowo, Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, mengonfirmasi peningkatan ini.

“Puncak pertama diperkirakan terjadi hari ini, bertepatan dengan hari terakhir libur sebelum masuk kerja,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa arus balik masih berpotensi berlanjut nanti di akhir pekan, sekitar tanggal 28–29 Maret. Soalnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum kembali.

Untuk mengatasi kepadatan, kepolisian tak tinggal diam. Rekayasa lalu lintas one-way sepenggal diterapkan secara situasional. Kombes Pol Wadi Sa’bani, Direktur Binmas Polda Jabar, menjelaskan strategi ini.

“Kita lakukan one-way sepenggal agar arus kendaraan tetap mengalir,” katanya.

Selain itu, antisipasi juga disiapkan untuk penarikan antrean kendaraan jika kemacetan memanjang, khususnya di kawasan Gentong, Tasikmalaya. Tujuannya jelas: menghindari penumpukan yang terlalu parah.

Lalu lintas perlahan tapi pasti bergerak. Ritme arus balik tahun ini benar-benar telah dimulai.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar