Gigitan Anjing Liar di Sekadau: 3 Korban Divaksin Rabies, Ini Kronologinya

- Senin, 10 November 2025 | 16:06 WIB
Gigitan Anjing Liar di Sekadau: 3 Korban Divaksin Rabies, Ini Kronologinya
Penanganan Gigitan Anjing Liar di Sekadau: Korban Ditangani, Vaksin Diberikan

Gigitan Anjing Liar di Sekadau: Tiga Korban Ditangani, Vaksin Rabies Langsung Diberikan

Forkopimcam Nanga Taman bersama unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan mengambil tindakan cepat untuk menangani insiden gigitan anjing liar yang terjadi di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Peristiwa ini melibatkan dua orang dewasa dan seorang anak pada hari Senin, 10 November 2025.

Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari berbagai pihak. Turun langsung adalah Sekcam Nanga Taman Aristo Maris, Plh. Danramil Nanga Taman Sertu Ruslan, tenaga medis dari Puskesmas Nanga Taman Erwanto Agustinus, serta personel dari Polsek Nanga Taman.

Kronologi dan Tindakan Medis

Berdasarkan penjelasan Kapolsek Nanga Taman, IPDA Bari Candramedi, tim gabungan bergerak sekitar pukul 11.00 WIB menuju lokasi kejadian di Dusun Kampung Padang, Desa Nanga Mentukak. Pergerakan ini dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga setempat.

Kapolsek menegaskan bahwa tujuan utama tim adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang tepat dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Dari sisi korban, kedua orang dewasa mengalami luka gigitan di area kaki. Sementara itu, korban anak-anak, seorang berusia 8 tahun, mengalami luka di bagian perutnya. Seluruh korban telah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Nanga Taman.

Perawatan yang diberikan mencakup pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR), obat antivirus, dan antibiotik. Saat ini, kondisi semua korban dilaporkan stabil dan tidak menunjukkan gejala lanjutan yang membahayakan.

Langkah Pencegahan dan Imbauan untuk Warga

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, petugas bersama dengan masyarakat setempat melakukan penindakan terhadap anjing liar yang menyerang. Langkah ini diambil untuk memutus potensi penyebaran virus rabies sekaligus menciptakan kembali rasa aman bagi warga, khususnya anak-anak yang kerap beraktivitas di luar rumah.

Kapolsek juga mengakui bahwa pasca-kejadian, sempat timbul kekhawatiran di kalangan warga. Beberapa di antaranya bahkan menjadi enggan untuk beraktivitas di ruang publik.

Kepada masyarakat, Kapolsek Nanga Taman mengimbau agar segera melaporkan setiap kejadian gigitan anjing ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, warga juga diminta waspada terhadap hewan peliharaan yang menunjukkan gejala rabies, seperti mengeluarkan liur berlebihan, bersikap agresif, takut air, atau mati secara mendadak.

Laporan dapat disampaikan kepada petugas kesehatan atau dinas peternakan setempat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar bagi komunitas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar