Respons Cepat Atas Gangguan Layanan
Ketangguhan operasional juga teruji saat menangani gangguan. Halte yang terdampak insiden kebakaran pada September berhasil dioperasikan kembali hanya dalam waktu satu minggu sejak perbaikan dimulai, suatu respons yang tergolong cepat.
"Meskipun kerusakan infrastruktur pasca-kebakaran tergolong parah, pemulihan dapat dilakukan secara cepat melalui kolaborasi intensif antara Pemprov DKI Jakarta, seluruh jajaran SKPD, serta dukungan berbagai komunitas," tambah Welfizon.
Kemandirian Finansial dan Pengakuan Luas
Di sisi bisnis, TransJakarta menunjukkan peningkatan kemandirian melalui pendapatan non-subsidi (Non-Fare Box). Berbagai inovasi seperti program Naming Rights, layanan bus wisata (Open Top Tour), TJ Radio, dan TJ Store berkontribusi pada pendapatan yang mencapai Rp281 miliar di tahun 2025 naik empat kali lipat dalam tiga tahun.
Kinerja holistik ini diakui melalui skor tata kelola perusahaan (GCG) yang sangat baik di angka 90,64 serta perolehan 40 penghargaan bergengsi sepanjang tahun, termasuk apresiasi dari lembaga internasional.
Menutup paparannya, Welfizon menyampaikan, "Pencapaian ini adalah manifestasi dari visi kami: Menghubungkan Kehidupan, Menemani Perjalanan. Transjakarta akan terus berinovasi untuk menjadi moda transportasi yang tidak hanya diandalkan, tapi juga dibanggakan oleh seluruh warga."
Artikel Terkait
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan
Mantan Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Sebelum Masuk Rutan KPK
Warga Irak Jadi Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Status Keimigrasian Diselidiki