Transformasi juga menyentuh sistem perekonomian. Agus menjelaskan, Prabowo mendorong sistem ekonomi berasas kekeluargaan sesuai amanat konstitusi, sebagai antitesis dari praktik kapitalistik yang dinilai timpang.
“Ekonomi Indonesia harus dikelola sebagai usaha bersama. Sumber daya alam (SDA) harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir elite,” ungkap Agus.
Program Prioritas untuk Pengentasan Kemiskinan
Visi besar tersebut, lanjutnya, diimplementasikan melalui sejumlah program prioritas yang ditargetkan secara langsung mengatasi kemiskinan. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak dilihat sekadar sebagai bantuan sosial.
“Program-program ini bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi bagian dari strategi besar untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan mandiri,” kata Agus.
Peran Krusial Kepala Daerah dan Tata Kelola Bersih
Agar perubahan ini merata, Agus menekankan pentingnya peran kepala daerah dan tata kelola pemerintahan yang bersih serta berintegritas. Sinergi yang solid antara pusat dan daerah dinilai sebagai kunci percepatan.
“Kepala daerah harus segera mengimplementasikan arah perubahan ini. Harus ada satu gerakan, satu visi, antara pusat dan daerah,” lanjutnya.
Dia menutup pernyataannya dengan optimisme, meyakini bahwa dengan koordinasi yang baik, lompatan kemajuan bangsa dapat segera terwujud.
“Jika itu terwujud, Indonesia akan segera melompat maju dan sejajar dengan negara-negara maju lainnya, dengan rakyat yang hidup makmur dan berkeadilan,” pungkas Agus Jabo Priyono.
Artikel Terkait
423 Warga Binaan di Papua Terima Remisi Khusus Idulfitri
Ragunan Dikunjungi 67 Ribu Orang di H+1 Lebaran
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran