Sekjen PBB Desak AS dan Rusia Segera Buat Perjanjian Nuklir Pengganti New START

- Kamis, 05 Februari 2026 | 07:45 WIB
Sekjen PBB Desak AS dan Rusia Segera Buat Perjanjian Nuklir Pengganti New START

Fungsi Penting New START yang Berakhir

Perjanjian New START, yang mulai berlaku pada 2010, merupakan pilar utama stabilitas strategis. Dokumen itu menetapkan batasan ketat, yakni maksimal 1.550 hulu ledak nuklir strategis yang dapat ditempatkan oleh masing-masing pihak. Angka ini merepresentasikan penurunan hampir 30 persen dari batas yang disepakati sebelumnya pada 2002.

Selain pembatasan kuantitatif, perjanjian ini juga memiliki mekanisme verifikasi yang vital. Kedua belah pihak diberikan hak untuk melakukan inspeksi di lokasi persenjataan masing-masing, sebuah langkah penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan. Namun, praktik inspeksi lapangan ini sempat ditangguhkan selama pandemi Covid-19 dan hingga detik perjanjian berakhir, belum ada kesepakatan untuk melanjutkannya.

Desakan untuk Segera Kembali ke Meja Perundingan

Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, Sekjen PBB tidak hanya memberikan peringatan. Ia secara eksplisit mendesak kedua negara untuk mengambil tindakan nyata dan segera.

Guterres mendesak Washington dan Moskow "untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kerangka kerja pengganti."

Seruan ini menekankan bahwa diplomasi dan dialog adalah satu-satunya jalan yang bertanggung jawab untuk mencegah perlombaan senjata baru dan mengurangi risiko konflik yang tak terbayangkan. Masa depan pengendalian senjata nuklir global kini sangat bergantung pada kemauan politik dan kearifan kedua pemegang senjata terbesar dunia.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar