Haru di Makam Giri Tama, Eyang Meri Beristirahat di Samping Sang Kapolri

- Rabu, 04 Februari 2026 | 12:25 WIB
Haru di Makam Giri Tama, Eyang Meri Beristirahat di Samping Sang Kapolri

Lalu, suasana hening sejenak. Hormat senjata pun dibunyikan, mengiringi turunnya jenazah ke liang lahat. Di tengah heningnya prosesi, kumandang azan juga terdengar lantang, memenuhi udara sekitar makam.

Eyang Meri sebenarnya telah berpulang sehari sebelumnya. Ia menghembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, pada Selasa (3/2) pukul 13.25 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazahnya sempat disemayamkan di Pesona Khayangan, Depok.

Perjalanan hidupnya panjang. Lahir pada 23 Juni 1925, ia adalah putri dari Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Cintanya dengan Hoegeng bersemi di masa-masa awal republik. Mereka akhirnya menikah di Yogyakarta, tepatnya 31 Oktober 1946.

Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga orang anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu. Kini, sang istri telah menyusul suami tercinta, menutup satu babak panjang dalam sejarah keluarga mereka.


Halaman:

Komentar