Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)
Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)
Molo Mama (Selamat tinggal mama)
Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan keaslian surat tersebut. Namun, apa yang sebenarnya memicu kekecewaan mendalam YBR masih diselidiki.
Meski begitu, keterangan dari lapangan mulai mengarah pada satu titik. Menurut sejumlah saksi, malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya. Ia meminta uang untuk membeli buku tulis dan pulpen.
Sayangnya, permintaan itu tak bisa dipenuhi.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengonfirmasi hal ini. "Menurut pengakuan ibunya, permintaan itu korban minta sebelum meninggal," ungkap Dion, Selasa (3/2).
Dion menjelaskan, kondisi ekonomi keluarga memang sulit. YBR sendiri sehari-hari tinggal bersama neneknya di desa tetangga. Malam itu, ia datang dengan harapan yang akhirnya pupus.
Sebuah permintaan sederhana yang berakhir tragis. Kini, surat itu menjadi saksi bisu beban yang dipikul seorang anak berusia sepuluh tahun.
Artikel Terkait
Skywalk Kebayoran Lama Dikepung Kotoran Kucing, Gubernur Anung Turun Tangan
KPK Periksa Sekretaris DPRD dan Pejabat Dinkes Terkait Kasus Bupati Ardito
Cak Imin Sowan ke Istana, Minta Arahan Langsung dari Prabowo
Eyang Meri Beristirahat di Samping Hoegeng, Kisah Setia di Balik Legenda Polisi