Batasan itu cukup ketat. Misalnya, jumlah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang siap diluncurkan, rudal dari kapal selam (SLBM), dan pesawat pembom berat bersenjata nuklir, dibatasi hanya 700 unit. Lalu, untuk hulu ledak nuklir yang dipasang di sistem-sistem tadi, angkanya maksimal 1.550. Sementara untuk peluncur, baik yang aktif maupun cadangan, tidak boleh lebih dari 800 unit.
Namun begitu, semua batasan itu punya masa berlaku. Tonggak waktu yang kini makin mendekat adalah 4 Februari 2026. Pada tanggal itulah New START secara resmi berakhir.
Tanpa perpanjangan atau kesepakatan pengganti, untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, dua negara dengan gudang nuklir terbesar di dunia akan beroperasi tanpa aturan main tertulis yang membatasi mereka. Sebuah prospek yang, bagi banyak pengamat, terasa mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Tanah Bergerak di Tegal, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak
Demokrat Pilih Kawal Pemerintahan Prabowo, Tunda Sikap soal Wacana Dua Periode
Sepucuk Surat untuk Mama: Bocah 10 Tahun di Ngada Gantung Diri Diduga karena Tak Dibeli Buku
Surat Pilu untuk Ibu: Tragedi Anak Ngada yang Tak Bisa Beli Alat Tulis