Batasan itu cukup ketat. Misalnya, jumlah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang siap diluncurkan, rudal dari kapal selam (SLBM), dan pesawat pembom berat bersenjata nuklir, dibatasi hanya 700 unit. Lalu, untuk hulu ledak nuklir yang dipasang di sistem-sistem tadi, angkanya maksimal 1.550. Sementara untuk peluncur, baik yang aktif maupun cadangan, tidak boleh lebih dari 800 unit.
Namun begitu, semua batasan itu punya masa berlaku. Tonggak waktu yang kini makin mendekat adalah 4 Februari 2026. Pada tanggal itulah New START secara resmi berakhir.
Tanpa perpanjangan atau kesepakatan pengganti, untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, dua negara dengan gudang nuklir terbesar di dunia akan beroperasi tanpa aturan main tertulis yang membatasi mereka. Sebuah prospek yang, bagi banyak pengamat, terasa mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Hancurkan Aset Energi AS-Israel Balas Ultimatum Trump
Lebaran di Balik Jeruji: Ribuan Warga Binaan di Batam Dapat Remisi dan Kunjungan Keluarga
Status Tahanan Yaqut Berubah, Lebaran Dijalani di Rumah
46 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir, 696 Warga Mengungsi