Kisah heroiknya bahkan tertuang dalam memoar Sulistina Sutomo, 'Bung Tomo Suamiku' (2008). Dikisahkan, rumah di Jalan Mawar itu pernah jadi sasaran serangan udara.
Pesawat penjajah menjatuhkan mortir saat melintas di atasnya, memaksa para pejuang berlarian menyelamatkan diri. Syukurlah, saat itu bom dan peluru meleset. Bangunannya selamat.
Namun begitu, nasib baik tak selalu berpihak. Rumah bersejarah itu akhirnya dibongkar pada 2016. Dipastikan sudah rata dengan tanah di tahun yang sama. Kini, yang tersisa hanyalah cerita dan pagar tinggi yang seolah memagari kenangan.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Empat Provinsi Akibat Siklon Narele
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas ke Tahanan Rumah
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Brasil 2026 dengan Selisih Tipis
Stok Beras Nasional Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Bulog Jadi Tantangan