Kisah heroiknya bahkan tertuang dalam memoar Sulistina Sutomo, 'Bung Tomo Suamiku' (2008). Dikisahkan, rumah di Jalan Mawar itu pernah jadi sasaran serangan udara.
Pesawat penjajah menjatuhkan mortir saat melintas di atasnya, memaksa para pejuang berlarian menyelamatkan diri. Syukurlah, saat itu bom dan peluru meleset. Bangunannya selamat.
Namun begitu, nasib baik tak selalu berpihak. Rumah bersejarah itu akhirnya dibongkar pada 2016. Dipastikan sudah rata dengan tanah di tahun yang sama. Kini, yang tersisa hanyalah cerita dan pagar tinggi yang seolah memagari kenangan.
Artikel Terkait
Megawati Bicara di Abu Dhabi: Gotong Royong Kunci Redam Konflik Horizontal
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Pilihan antara Rumah dan Masyarakat
PUI Apresiasi Sikap Tegas Prabowo Soal Palestina di Tengah Dinamika Global