Di sisi lain, pembahasan dalam rapat itu juga menyentuh pola bencana sepanjang awal tahun 2026. Catatan BNPB menunjukkan sudah 243 kejadian bencana. Mayoritas didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang kerap mematikan.
"Fokus kami tahun ini bergeser dari Sumatra ke Jawa," jelas Suharyanto. Dia menyebut sejumlah lokasi seperti Jawa Tengah, Jabodetabek, Karawang, Bekasi, hingga Jakarta sendiri telah dilanda.
Untuk mengantisipasi hal itu, operasi modifikasi cuaca masih terus dijalankan. Suharyanto mengaku bersyukur karena ada kerja sama yang solid dengan pemerintah daerah.
"Dengan kekuatan gabungan, hasilnya tentu lebih baik. BNPB sendiri punya keterbatasan, terutama soal anggaran. Kerja sama ini sangat membantu," tuturnya.
Artikel Terkait
Villarreal Hajar Real Sociedad 3-1, Melonjak ke Posisi Tiga La Liga
DKI Jakarta Terapkan Tarif Transportasi Umum Rp 1 pada Hari Raya Idul Fitri 2026
Idul Fitri Momentum Perkuat Solidaritas dan Seruan Keadilan Sistemik
Bos Arisan di Cianjur Dicokok, 400 Warga Rugi Rp 500 Juta Lebih