Muharman membeberkan detail teknisnya. Sebelum pengecoran dimulai, tim harus menyelesaikan pemasangan balok sloop terlebih dahulu. Balok inilah yang nantinya menjadi alas utama untuk lantai jembatan, penopang beban kendaraan yang melintas.
Menjembatani Harapan
Di balik proyek fisik ini, ada narasi yang lebih besar. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menyampaikan bahwa kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah wujud komitmen Polri. Komitmen untuk menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi semua lapisan masyarakat Riau. Ini adalah tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk mempercepat pemerataan di daerah-daerah yang terputus.
Berdasarkan asesmen tim Polda Riau, fakta di lapangan cukup mengejutkan. Banyak wilayah yang aksesnya terputus karena kondisi jembatan yang memprihatinkan. Merespons hal itu, Satgas ini tak hanya berhenti di Sri Meranti. Mereka akan menangani total 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.
Rinciannya? Pembangunan baru untuk 17 unit jembatan dengan total panjang 463 meter, plus renovasi atau perbaikan menyeluruh untuk 9 unit jembatan lainnya yang panjangnya mencapai 263 meter.
Bagi Herry Heryawan, ini soal prinsip keadilan. Anak-anak di pedalaman berhak merasakan perjalanan ke sekolah yang aman, sama seperti anak-anak di kota.
Jadi, dari satu jembatan di Sri Meranti, harapannya merambat jauh. Bukan cuma menyambungkan dua sisi jalan, tapi juga menggapai harapan yang lebih setara.
Artikel Terkait
Whatsapp Kapolres Bengkalis Bongkar Rencana Pengiriman Pekerja Migran Ilegal
Wali Kota Serang Gebrak Meja, Tegur Camat di Depan Forum
Mendagri Tito Langsung Melayat Usai Turun dari Pesawat, Berduka untuk Ibu Bhayangkari
Pasha Ungu Nyanyikan Lagu Noah di Tengah Rapat Serius Soal Banjir Rob