Di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, suara mesin dan aktivitas pekerja terdengar riuh. Satgas Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru sedang mengebut. Target mereka jelas: menyelesaikan Jembatan Merah Putih Presisi secepat mungkin. Bagi warga setempat, ini bukan sekadar proyek biasa. Ini tentang akses yang layak dan aman, yang sebentar lagi bakal jadi kenyataan.
Lokasinya tepat di simpang jalan utama Raja Melani, RT 04 RW 17. Jembatan ini jadi penghubung vital. Ia menyambungkan permukiman di RW 17, yang dihuni sekitar 150 kepala keluarga, dengan RW 10 yang punya 100 KK lebih. Setiap hari, mobilitas warga bergantung pada struktur ini. Sayangnya, kondisi lama jembatan sungguh memprihatinkan. Terbuat dari kayu yang sudah lapuk, kerusakan terlihat di beberapa titik. Nah, Satgas Darurat inilah yang akan ‘menyulap’ jembatan rapuh itu menjadi sesuatu yang kokoh, dari coran beton.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menjelaskan alasan perubahannya.
Ada tantangan lain yang dihadapi. Daerah ini termasuk langganan banjir. Jadi, desain jembatan baru harus menyesuaikan.
Fungsi jembatan ini memang sangat krusial. Selain untuk aktivitas harian warga, ia juga jadi akses utama menuju beberapa sekolah: SDIT Al Ukhuwah, SDN 091, SMPN 27, dan SMPN 29. Bayangkan, sekitar 200 siswa bergantung pada jalur ini setiap harinya. Belum lagi untuk kegiatan sosial keagamaan. Akses menuju dua masjid dan satu gereja di sekitar lokasi juga melalui sini. Dengan kata lain, kehadiran jembatan yang layak langsung menyentuh aspek keselamatan, pendidikan, dan kehidupan sosial warga.
Bagaimana Progresnya?
Memasuki hari kelima pengerjaan, tepatnya Selasa lalu, fokus tim ada pada penguatan struktur badan jalan. Mereka tak mau main-main dengan kualitas. Material semen ready mix dipilih untuk proses pengecoran, menjamin ketahanan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Whatsapp Kapolres Bengkalis Bongkar Rencana Pengiriman Pekerja Migran Ilegal
Wali Kota Serang Gebrak Meja, Tegur Camat di Depan Forum
Mendagri Tito Langsung Melayat Usai Turun dari Pesawat, Berduka untuk Ibu Bhayangkari
Pasha Ungu Nyanyikan Lagu Noah di Tengah Rapat Serius Soal Banjir Rob