Nah, dari jutaan laporan itu, PPATK tak cuma duduk diam. Mereka mengolahnya menjadi analisis yang bisa ditindaklanjuti. Sepanjang tahun lalu, ada 994 hasil analisis yang disiapkan. Belum lagi 17 hasil pemeriksaan dan 529 informasi yang dikirim ke berbagai penyidik dan kementerian terkait. Kerja yang cukup padat, jelas.
Di sisi lain, nilai uang yang berputar dalam analisis mereka juga fantastis. Ivan menyebut angka Rp 2.085 triliun. Jumlah itu naik drastis, sekitar 42%, dari realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp 1.459,6 triliun. Peningkatan yang cukup tajam, menunjukkan betapa dinamisnya lalu lintas keuangan yang harus mereka pantau.
Secara keseluruhan, data yang diungkap Ivan ini menggambarkan beban kerja PPATK yang kian berat. Tapi di saat yang sama, juga menunjukkan intensitas pengawasan yang makin diperketat. Laporan bertambah, nilai transaksi yang dianalisis membengkak semua mengisyaratkan satu hal: dunia pelaporan dan pencegahan kejahatan keuangan memang semakin kompleks.
Artikel Terkait
Tragedi Ponorogo: Diduga Bunuh Ibu Kandung, Pemuda Kabur dan Hilang di Laut Gunung Kidul
Direktur BUMN Warga Asing Juga Wajib Lapor Harta ke KPK
Mantan Menteri Kehakiman China Divonis Seumur Hidup Atas Suap Rp 330 Miliar
Pendaftaran SNBP 2026 Dibuka, Siswa Berebut Kuota Lewat Jalur Prestasi