Namun begitu, penertiban atribut politik bukan satu-satunya fokus. Pramono juga menyoroti beberapa masalah klasik yang kerap bikin pemandangan kota jadi semrawut. Kabel-kabel yang berantakan, misalnya. Lalu, soal trotoar.
Ia berjanji, ruang bagi pejalan kaki itu akan benar-benar dikembalikan fungsinya. “Saya juga minta trotoar yang sudah dibangun jangan sampai kemudian dimanfaatkan untuk hal lain,” katanya. “Itu pasti akan kami tertibkan.”
Jadi, tampaknya ibukota sedang bersiap untuk perubahan. Setidaknya, di permukaan. Kebijakan baru ini bisa jadi langkah awal menuju tata kota yang lebih manusiawi jika konsisten dijalankan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Ditpolairud Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Kampung Melayu