Namun begitu, penertiban atribut politik bukan satu-satunya fokus. Pramono juga menyoroti beberapa masalah klasik yang kerap bikin pemandangan kota jadi semrawut. Kabel-kabel yang berantakan, misalnya. Lalu, soal trotoar.
Ia berjanji, ruang bagi pejalan kaki itu akan benar-benar dikembalikan fungsinya. “Saya juga minta trotoar yang sudah dibangun jangan sampai kemudian dimanfaatkan untuk hal lain,” katanya. “Itu pasti akan kami tertibkan.”
Jadi, tampaknya ibukota sedang bersiap untuk perubahan. Setidaknya, di permukaan. Kebijakan baru ini bisa jadi langkah awal menuju tata kota yang lebih manusiawi jika konsisten dijalankan.
Artikel Terkait
Direktur BUMN Warga Asing Juga Wajib Lapor Harta ke KPK
Mantan Menteri Kehakiman China Divonis Seumur Hidup Atas Suap Rp 330 Miliar
Pendaftaran SNBP 2026 Dibuka, Siswa Berebut Kuota Lewat Jalur Prestasi
Puluhan Sekolah di Aceh Kembali Berdiri, Jawab Luka Pasca Bencana