Persoalan sampah di Bali yang disinggung Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan dari Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay. Ia mengaku pernah menyaksikan sendiri tumpukan sampah yang dimaksud. "Waktu di Bali, saya sudah pernah lihat sampah yang dimaksud," ujar Saleh kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
"Tumpukannya menjulang tinggi. Sepertinya itu sudah ada sejak lama. Pasti sudah meresahkan banyak pihak. Terutama pemerintah," lanjutnya.
Menurut Saleh, masalah ini tak bisa lagi ditunda-tunda. Di sisi lain, ia mendorong agar Bali segera diprioritaskan dalam program pemerintah mengolah limbah menjadi energi, atau waste to energy. Program itu rencananya akan dibangun di 34 kota tahun ini. "Bali sudah sepatutnya dijadikan sebagai salah satu yang perlu diutamakan," tegasnya.
Ia menekankan, kolaborasi antara pusat dan daerah mutlak diperlukan. Kementerian Pariwisata dan Pemprov Bali, dalam pandangannya, harus segera duduk bersama merancang langkah konkret. "Harus ada rencana bersama agar diutamakan dan diprioritaskan. Saya yakin, Prabowo akan menyetujui hal tersebut," jelas Saleh.
Tak hanya waste to energy, ia juga menyebut sejumlah program lain seperti Gerakan Indonesia Asri, optimalisasi bank sampah, TPS3R, hingga rumah maggot. Intinya, semua opsi harus digerakkan. "Apa yang bisa dikerjakan sekarang, jangan tunggu sampai esok lusa," imbuh Wakil Ketua Umum PAN ini.
Artikel Terkait
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026