Dugaan sementara, biang keroknya adalah korsleting listrik. Untuk mengatasi kobaran api yang cukup besar itu, sebanyak 29 unit mobil pemadam dikerahkan dari berbagai daerah.
"Dugaan sementara korsleting listrik unit Tangsel 10 unit, Tangerang Kota 15 unit, DKI 4 unit," jelasnya merinci bantuan yang datang.
Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa malam itu. Namun begitu, beberapa anggota Damkar mengalami luka-luka ringan. Operasi pemadaman sendiri sudah berjalan sejak laporan pertama masuk, yaitu Minggu (1 Februari) sekitar pukul 17.52 WIB.
Adam juga menyebut sejumlah kendala di lapangan. "Hambatan radio komunikasi, senter dan masyarakat berkerumun. Personil Damkar yang terlibat 150 orang, anggota Redkar 15 orang," imbuhnya.
Jadi, total 150 orang lebih terlibat dalam operasi yang melelahkan itu, berjuang berjam-jam untuk mengamankan kawasan dari amukan api.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka