"Wow, nice office," puji Susi lagi.
Setibanya di ruangan, Teddy mempersilakan tamunya duduk. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih untuk hadiah yang dibawa Susi. "Please have a seat. Thank you for this (chocolate), I will eat it," ucapnya.
Pertemuan singkat pun berlangsung. Usai itu, mereka kembali ke area staf. Kali ini, para pegawai bergantian bersalaman dan berbincang singkat dengan Susi.
"Saya kenal Bu Susi dari 2016-an sampai sekarang," kata Teddy memperkenalkan kembali.
"Terima kasih loh, Pak, sudah bawain Bu Susi," sela seorang pegawai.
"Emangnya barang," timpal Susi langsung, disambut tawa.
Kali ini, Susi benar-benar membagikan cokelatnya. Dua bungkus ia berikan untuk para staf. "Ini buat kalian, bukan untuk Pak Seskab," katanya sambil menyindir.
Teddy tak mau kalah. "You just give me one, you give them two," protesnya dengan nada main-main.
Sebelum pamit, Susi masih sempat melempar pertanyaan seru kepada para karyawan. "Pak Seskab galak nggak, pada senang hidup di kantornya? Pak Seskab pelit nggak?" tanyanya.
"Nggak!" teriak mereka kompak, menutup kunjungan itu dengan suasana penuh keakraban.
Artikel Terkait
Interpol Proses Red Notice untuk Buron Kasus Laptop Nadiem
Raksasa Film Pendek Indonesia Mulai Bangun di Festival Bergengsi Prancis
Glodok Berubah Jadi Lautan Merah dan Emas Jelang Imlek 2026
Interpol Pasang Buru-Buru untuk Riza Chalid, Buronan Korupsi Migas