Ida Widayati, Kepala DP3APPKB Surabaya, mengonfirmasi hal ini.
"Itu kejadiannya 30 Desember, sudah kita dampingi mulai tanggal 5 Januari. Proses hukumnya juga sudah berjalan. Kita juga sudah koordinasi dengan teman-teman Polrestabes. Ini memang memang masih proses," jelas Ida.
Lantas, apa motif di balik kekerasan yang melibatkan remaja belia ini? Jawabannya justru membuat kita mengelus dada. Setelah digali, penyebabnya ternyata hal yang sepele.
"Lah itu waktu digali-digali apa sih masalahnya? Tibake (ternyata) rebutan cowok," ujar Ida dengan nada yang tak menyembunyikan kekecewaan.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus berlanjut. Kasus ini menjadi pengingat pilu betapa persoalan remaja yang dianggap biasa bisa berujung pada kekerasan yang luar biasa kejam.
Artikel Terkait
Waspada, Hujan Lebat Bakal Guyur Jabodetabek Sepanjang Pekan Ini
Pasien Singapura Divonis Penjara Usai Melecehkan Perawat di Kamar Mandi Rumah Sakit
Dari Davos ke Bali: Indonesia Ambil Alih Komando Ekonomi Biru Global
Kota Tua Jakarta Disiapkan untuk Adegan Ledakan Film Korea yang Dibintangi Don Lee dan Lisa BLACKPINK