Ida Widayati, Kepala DP3APPKB Surabaya, mengonfirmasi hal ini.
"Itu kejadiannya 30 Desember, sudah kita dampingi mulai tanggal 5 Januari. Proses hukumnya juga sudah berjalan. Kita juga sudah koordinasi dengan teman-teman Polrestabes. Ini memang memang masih proses," jelas Ida.
Lantas, apa motif di balik kekerasan yang melibatkan remaja belia ini? Jawabannya justru membuat kita mengelus dada. Setelah digali, penyebabnya ternyata hal yang sepele.
"Lah itu waktu digali-digali apa sih masalahnya? Tibake (ternyata) rebutan cowok," ujar Ida dengan nada yang tak menyembunyikan kekecewaan.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus berlanjut. Kasus ini menjadi pengingat pilu betapa persoalan remaja yang dianggap biasa bisa berujung pada kekerasan yang luar biasa kejam.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka