Wellington punya jawaban tegas untuk undangan Donald Trump. Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas dan akan dipimpin oleh Presiden AS itu. Mereka memilih untuk berdiri di barisan yang sama dengan segelintir negara lain yang juga menolak organisasi baru yang diklaim bakal mengurusi konflik global ini.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Winston Peters, Jumat (30/1) waktu setempat. Seperti dilaporkan AFP, pernyataan resmi pemerintah dirilis hari itu juga.
"Selandia Baru tidak akan bergabung dengan Dewan tersebut dalam bentuknya saat ini, tetapi akan terus memantau perkembangannya," kata Peters.
Ia memberi alasan yang cukup pragmatis. "Sejumlah negara, khususnya dari kawasan tersebut, telah meningkatkan kontribusinya terhadap peran Dewan tersebut di Gaza. Selandia Baru tidak akan menambah nilai signifikan lebih lanjut untuk itu," jelasnya.
Memang, keraguan terhadap dewan ini sebenarnya cukup luas. Namun begitu, hanya sedikit yang berani menolak secara terbuka. Prancis, Norwegia, dan Kroasia termasuk dalam kelompok kecil itu. Kini, Selandia Baru resmi menyusul.
Artikel Terkait
Panglima TNI Mutasi 35 Perwira, Dominasi Kopassus Menonjol
Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Buka Blokade Iran di Selat Hormuz
Ladang Minyak Strategis Abu Dhabi Terbakar Usai Serangan Drone
Jasaraharja Serahkan Ambulans Listrik untuk Dukung Keselamatan Wisatawan TMII