JEPARA – Sabtu malam nanti, Stadion Gelora Bumi Kartini bakal jadi saksi pertarungan sengit antara Persijap Jepara dan PSM Makassar. Tapi situasi di kubu Laskar Kalinyamat justru lagi ruwet. Ada masalah yang bikin kepala pelatih pusing tujuh keliling.
Padahal jadi tuan rumah, Persijap terancam tampil tanpa senjata andalan. Hingga Sabtu pagi, tepatnya pukul 10.00 WIB, empat pemain asing anyar mereka belum juga kelar registrasinya di sistem I.League. Artinya, mereka bisa saja cuma jadi penonton di pinggir lapangan. Yang paling disayangkan, striker mahal mereka, Iker Guarrotxena, yang dibeli dengan harga fantastis Rp5,65 miliar, kemungkinan besar belum bisa main.
Jadi apa yang terjadi? Ternyata, manajemen Persijap masih kejar tayang dengan waktu. Proses administrasi untuk mendaftarkan para pemain baru ini belum tuntas. Padahal laga tinggal hitungan jam.
Selain Guarrotxena, tiga nama lain yang statusnya masih "mengambang" adalah Borja Herrera, Aly Ndom, dan Jose Luis Espinosa Arroyo. Bahkan kiper pinjaman dari PSM, M Ardiansyah, juga belum masuk daftar resmi. Situasi ini jelas jadi pukulan telak buat strategi pelatih. Rencana perombakan skuat untuk putaran kedua bisa-bisa buyar sebelum dimulai.
PSM Makassar, di sisi lain, dapat angin segar. Mereka bakal menghadapi komposisi pemain lama Persijap yang sudah mereka baca polanya. Keuntungan psikologis jelas ada di pihak tamu.
Harapan besar memang digantungkan pada Iker Guarrotxena. Striker Spanyol berusia 33 tahun ini didatangkan buat mengobati masalah klasik Persijap: serangan yang mandul. Pengalamannya di level Eropa, terutama sebagai lulusan akademi Athletic Bilbao, bikin banyak suporter Jepara nggak sabar melihatnya beraksi.
Karirnya cukup mentereng. Dia pernah main untuk tim utama Athletic Club, lalu klub-klub di divisi dua Spanyol seperti CD Mirandés. Sebelum ke Indonesia, Guarrotxena juga sudah membuktikan diri di Liga India bersama Mumbai City FC dan FC Goa. Fleksibilitasnya bermain baik sebagai ujung tombak murni maupun penyerang lubang, diharapkan bisa bikin variasi serangan Persijap lebih berwarna.
Lalu, bagaimana prediksi laga nanti? Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB ini jelas jadi ujian mental berat buat skuat tuan rumah.
Tanpa pemain baru, Persijap kemungkinan besar akan bermain defensif dan mengandalkan serangan balik. Taktik seperti ini justru bisa jadi santapan lezat buat PSM yang punya lini tengah agresif. Kalau Juku Eja bisa cetak gol cepat, mereka bisa mengendalikan permainan sepenuhnya. Apalagi dengan filosofi penguasaan bola yang diusung pelatih baru mereka, Tomas Trucha.
Persoalan lain buat Persijap adalah di lini tengah. Absennya Aly Ndom dan Borja Herrera bakal bikin distribusi bola monoton. Beban meredam gelombang serangan PSM, yang mungkin dimotori Wiljan Pluim, akan jatuh ke pundak pemain lokal. Itu tugas yang nggak mudah.
Tanpa sosok Guarrotxena di depan, Persijap kehilangan target man dengan finishing yang dingin. PSM bisa dengan leluasa memainkan garis pertahanan tinggi, menekan Persijap bertahan di wilayahnya sendiri.
Pada akhirnya, kalau masalah registrasi ini nggak selesai sebelum kick-off, Persijap terpaksa main dengan skuat lama yang performanya masih naik-turun. Sebaliknya, ini peluang emas buat PSM Makassar. Mereka bisa mencuri tiga poin penuh di kandang lawan dan mendongkrak posisi di klasemen. Situasi yang bikin deg-degan, bukan?
Artikel Terkait
Ole Romeny Terpinggirkan di Oxford United yang Degradasi, Masa Depan di Persimpangan
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0
Barcelona Selangkah Lagi Juara La Liga Usai Taklukkan Getafe 2-0
Garudayaksa dan Adhyaksa FC Pastikan Tempat di Zona Promosi Liga 2, PSS Sleman dan Persipura di Ambang Pintu