Keputusan ini bukan dibuat Peters sendirian. Ia melakukannya bersama Perdana Menteri Christopher Luxon dan Wakil PM David Seymour. Tampaknya ini adalah hasil pembahasan internal yang matang di internal kabinet.
Di sisi lain, Peters berusaha menegaskan bahwa penolakan ini bukan penolakan terhadap gagasan perdamaian itu sendiri. Pemerintah Selandia Baru justru ingin mempertegas komitmen lamanya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kami melihat peran bagi Dewan Perdamaian di Gaza, yang akan dilaksanakan sesuai mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803," ujar Menlu Peters.
Jadi, intinya bukan menutup pintu sama sekali. Mereka hanya ingin memastikan segala upaya perdamaian berjalan dalam kerangka PBB yang sudah mapan. Sikap yang cukup hati-hati, tapi jelas.
Artikel Terkait
Mayora Bangun Sepuluh Sumur untuk Fasilitas Kesehatan di Aceh Pascabencana
Razia Sabu 5,3 Kg di Tangsel, Dua Bandit Diamankan dari Kolong Flyover hingga Kontrakan
Prasetyo Tegaskan: Reshuffle Kabinet Murni Hak Prerogatif Presiden Prabowo
Gas Whip Pink di Balik Kematian Lula Lahfah, Polisi: Jangan Coba-Coba!