Keputusan ini bukan dibuat Peters sendirian. Ia melakukannya bersama Perdana Menteri Christopher Luxon dan Wakil PM David Seymour. Tampaknya ini adalah hasil pembahasan internal yang matang di internal kabinet.
Di sisi lain, Peters berusaha menegaskan bahwa penolakan ini bukan penolakan terhadap gagasan perdamaian itu sendiri. Pemerintah Selandia Baru justru ingin mempertegas komitmen lamanya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kami melihat peran bagi Dewan Perdamaian di Gaza, yang akan dilaksanakan sesuai mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803," ujar Menlu Peters.
Jadi, intinya bukan menutup pintu sama sekali. Mereka hanya ingin memastikan segala upaya perdamaian berjalan dalam kerangka PBB yang sudah mapan. Sikap yang cukup hati-hati, tapi jelas.
Artikel Terkait
Panglima TNI Mutasi 35 Perwira, Dominasi Kopassus Menonjol
Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Buka Blokade Iran di Selat Hormuz
Ladang Minyak Strategis Abu Dhabi Terbakar Usai Serangan Drone
Jasaraharja Serahkan Ambulans Listrik untuk Dukung Keselamatan Wisatawan TMII