“Logikanya sederhana,” kata seorang sumber, meski enggan disebut namanya. “Serangan semacam itu diharapkan bisa memberi suntikan kepercayaan diri bagi para demonstran. Mereka mungkin jadi lebih berani untuk menduduki gedung-gedung pemerintahan atau markas keamanan.”
Namun begitu, belum ada keputusan final. Trump sendiri, menurut sumber lain dan seorang pejabat AS yang minta anonim, masih menimbang-nimbang segala sesuatunya termasuk apakah akan benar-benar mengambil jalur militer atau tidak.
Di sisi lain, respons juga datang dari sejumlah pejabat regional Timur Tengah. Mereka punya pandangan yang agak berbeda. Menurut mereka, sekadar serangan udara saja tidak akan cukup untuk menggulingkan pemerintahan ulama yang sudah berpengalaman puluhan tahun memegang kendali di Tehran.
Jadi, situasinya masih sangat cair. Semuanya masih dalam tahap pertimbangan, dengan segala risiko dan konsekuensinya yang sangat rumit.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka