Markas sebuah organisasi masyarakat di Medan Sunggal, yang dikenal sebagai Sekretariat PAC, ternyata disalahgunakan untuk bisnis gelap. Tak tanggung-tangung, ketuanya sendiri, berinisial FS, diduga mengelola tempat perjudian itu bersama sang istri, EH. Menurut penyelidikan, omzet harian dari praktik ilegal ini bisa mencapai angka jutaan rupiah.
Polisi akhirnya bergerak. Mereka meringkus empat orang di lokasi: MH (19) yang berperan sebagai bandar sekaligus kasir, lalu DH (29) yang bertugas menjaga gerbang. Dua lainnya, HS (29) dan A (57), adalah pemain yang sedang asyik bertaruh. Namun, dua sosok kunci, FS dan istrinya EH, masih buron dan terus diburu.
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan besarnya potensi pendapatan harian dari tempat itu.
Artikel Terkait
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat
Pedagang Sayur di Sepatan Diamankan Polisi, Sembunyikan Puluhan Pil Tramadol
Duka di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas, Ibunya Terluka dalam Perampokan Berdarah