Namun begitu, ada sisi lain yang membuatnya bersyukur. Di tengah kondisi seperti ini, dagangannya justru tetap laris. Rupanya, banyak warga yang memilih di rumah saja dan menunggu kedatangan pedagang keliling seperti dirinya, alih-alih pergi ke pasar.
"Tetep, kalau tukang ikan itu ditungguin," ungkap Wasman. "Tadi aja hujan sampai jam 7 baru berangkat."
Ini bukan pengalaman pertamanya berhadapan dengan banjir. Pekan lalu, nasib kurang baik menimpanya. Mobil yang biasa ia pakai ambil stok ikan dari Muara Angke terendam di kawasan Jembatan Tiga. Sampai-sampai harus dievakuasi pakai mobil derek.
Pengalaman itu, ditambah rutinitas harian yang terhambat, membuatnya punya harapan sederhana. Wasman berharap pemerintah segera turun tangan menangani masalah kronis ini.
"(Harapannya) Surut aja, biar ditangani sama pemerintah," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pedagang Sayur di Sepatan Diamankan Polisi, Sembunyikan Puluhan Pil Tramadol
Duka di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas, Ibunya Terluka dalam Perampokan Berdarah
Uni Eropa Siap Golongkan IRGC Iran Sebagai Teroris, Tehran Murka
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi