Jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana Sumatera terus menunjukkan tren penurunan. Kabar ini disampaikan oleh Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Menurutnya, penurunan terjadi di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Memang, angkanya bervariasi. Tapi pergerakannya jelas ke arah yang baik. Di Sumbar, misalnya, catatan per 24 Januari 2026 menunjukkan ada 10.854 pengungsi. Tiga hari kemudian, angka itu turun menjadi 9.040 orang.
“Sekarang ini untuk pengungsi ini ada penurunan dari beberapa waktu ke waktu terus berkurang,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).
“Dan kami harapkan semua pengungsi nanti tidak berada lagi di dalam pengungsian,” tambahnya.
Penurunan ini tak lepas dari dua hal: penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) dan rampungnya sejumlah hunian sementara atau huntara. Huntara ini khusus untuk mereka yang rumahnya rusak parah atau bahkan hilang sama sekali.
Bagaimana progresnya? Di Aceh, huntara yang sudah berdiri mencapai 3.248 unit. Sementara penerima DTH-nya sudah 2.559 KK dari total target 9.766 KK. Lain lagi di Sumut. Huntara yang siap huni ada 557 unit, dengan 1.688 KK telah menerima dana bantuan dari kuota 6.550 KK.
Artikel Terkait
Bareskrim Konfirmasi 12,9 Ton Daging Domba Impor Kedaluwarsa Tak Layak Konsumsi
Ginsi Protes Penangguhan Gate Pass di Tanjung Priok, Ancaman Kerugian Triliunan Rupiah
PKB: Kritik Pengamat Berbasis Data, Pemerintah Harus Hadapi dengan Dialog
Menteri PANRB: Partisipasi Masyarakat Kunci Awasi Kualitas Layanan Publik