Lima Pakar Terpilih Jaga Kredibilitas Hoegeng Awards 2026

- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:25 WIB
Lima Pakar Terpilih Jaga Kredibilitas Hoegeng Awards 2026

Untuk edisi 2026, Hoegeng Awards akan melibatkan lima Dewan Pakar dalam proses seleksinya. Mereka adalah tokoh-tokoh publik yang diakui profesional di bidang masing-masing. Tujuannya jelas: memastikan objektivitas dan independensi penilaian. Dengan kata lain, proses seleksi bakal ketat, menutup celah untuk titipan atau kandidat yang tidak berdasarkan merit.

Menurut sejumlah pihak, pelibatan pakar dari luar Polri ini merupakan langkah penting. Mereka diharapkan bisa menjaga kredibilitas penghargaan yang digelar detikcom bersama Polri sejak 2022 itu. Pada penyelenggaraan perdananya dulu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri memberikan apresiasi kepada tiga polisi inspiratif pilihan masyarakat.

Seiring waktu, kategori penghargaan pun bertambah. Setelah tahun pertama, muncul dua kategori baru: 'Polisi Pelindung Perempuan dan Anak' serta 'Polisi Tapal Batas dan Pedalaman'. Jadi, total ada lima penghargaan yang diberikan kepada polisi teladan pilihan publik. Nah, untuk 2026 nanti, kelima kategori itu akan kembali diisi. Dan siapa yang layak menerimanya? Itu tugas berat kelima Dewan Pakar yang telah ditunjuk.

Alissa Qotrunnada Wahid

Putri mendiang Presiden Gus Dur ini tak asing lagi. Sebagai Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa dikenal lewat kerja-kerjanya mempromosikan dialog antaragama, demokrasi, dan HAM. Dia memimpin Gusdurian Network Indonesia yang merangkul ribuan aktivis.

Fokusnya kini pada pengembangan kepemimpinan untuk kalangan muda lintas iman. Sejak 2019, ia juga ditunjuk sebagai Duta Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Latar belakang pendidikannya adalah psikologi dari UGM, dan ia juga menjabat sebagai komisaris di PT Unilever. Menariknya, Alissa sudah menjadi bagian dari Dewan Pakar Hoegeng Awards sejak awal penyelenggaraan.

Gufron Mabruri

Dia adalah salah satu Komisioner Kompolnas periode 2024-2028 yang berasal dari unsur masyarakat. Gufron dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana pada November lalu.

Sebelumnya, namanya lebih dikenal sebagai aktivis yang getol memantau dan mengadvokasi isu hukum, HAM, dan reformasi sektor keamanan. Ia pernah memimpin Imparsial (The Indonesian Human Rights Monitor). Latar belakang pendidikannya cukup beragam, dari Fakultas Syariah, Magister HAM di UGM, hingga Hubungan Internasional di Unpar.

Gufron juga produktif menulis. Beberapa bukunya yang diterbitkan Imparsial membahas topik seperti sekuritisasi Papua, evaluasi peran Polri, hingga praktik penyiksaan dalam pemolisian.

Mas Achmad Santosa

Pria yang akrab disapa Otta ini mantan Plt Pimpinan KPK. Praktisi hukum dengan spesialisasi hukum lingkungan dan tata kelola pemerintahan ini memulai karier sebagai pembela umum di LBH Jakarta.

Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk di UNDP. Pada 2009, ia sempat menjabat Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK. Otta juga dikenal sebagai pendiri dan CEO the Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI).

Putu Elvina

Sebagai Wakil Ketua Komnas HAM, pengalamannya cukup panjang. Karirnya dimulai dari dunia HR di perusahaan swasta sebelum akhirnya banyak berkecimpung di isu perlindungan anak.

Ia pernah menjadi anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selama dua periode. Atas dedikasinya, ia meraih sejumlah penghargaan, seperti Australian Award untuk kepemimpinan HAM.

Habiburokhman

Kini ia menjabat Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Semasa mahasiswa di FH Unila, Habib aktif di organisasi seperti HMI dan bahkan terlibat dalam gerakan reformasi 1998.

Pendidikannya berlanjut ke S2 Hukum UI dan S3 di Universitas Surakarta. Sebelum masuk Senayan, ia dikenal sebagai advokat dan memimpin Tim Advokasi Jakarta Baru. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2019.

Bagaimana Proses Seleksinya?

Prosesnya sudah dimulai sejak 27 Januari lalu. Masyarakat bisa mengusulkan nama polisi teladan melalui formulir digital yang disediakan. Nantinya, usulan itu akan divalidasi dan diberitakan secara selektif.

Dari semua nama yang masuk, Dewan Pakar akan menyeleksi hingga terpilih 15 besar. Aspek penilaiannya mencakup integritas dan dampak nyata bagi masyarakat. Kelima belas nama itu kemudian akan diuji publik lewat detikcom.

Dari sana, akan disaring lagi menjadi lima nama pemenang akhir. Pengumuman pemenang Hoegeng Awards 2026 rencananya dilakukan pada Juli 2026.

detikcom mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi. Usulan dari publik diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi personel Polri untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar