"Bahasa yang dipakai dalam kasus ini bukan bahasa anak nakal lagi, tapi bahasa dewasa. Makanya kami artikan ini sebagai kejahatan, bukan kenakalan," jelasnya.
Ceritanya bermula dari rencana tahun baru yang gagal. Korban, seorang remaja putri berinisial C yang anak dari influencer H, awalnya diajak temannya, R, untuk merayakan tahun baru. Tapi akhirnya C memilih ikut ibunya ke Yogyakarta.
Belakangan, terungkap kabar mengejutkan. H mendapat cerita kalau R punya rencana untuk membius C jika ajakan itu jadi. Parahnya, C diduga sudah mengalami perundungan verbal sejak awal tahun 2025.
"Waktu dengar gosip itu, anak saya langsung konfrontasi," kisah H, seperti dilansir Antara.
"Dia tanya, 'kamu kemarin ngajakin aku tahun baruan mau ngebius?' Si R cuma jawab, 'iya, tapi aku cuma bercanda kok.' Selalu begitu dalihnya, cuma bercanda," ujarnya.
Masalahnya makin runyam. C juga sempat menegur R karena membahas hal-hal tidak pantas soal kakaknya di sebuah grup percakapan yang diisi puluhan siswa. Sungguh, kasus yang kompleks dan meninggalkan luka mendalam.
Artikel Terkait
Kroasia Tolak Ajakan Trump Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Sirine Banjir Bekasi Berdentang di Tengah Malam, Ini Penjelasan Wali Kota
Komisi Yudisial Dorong Pemecatan Tiga Hakim Terkait Pelanggaran Etik Berat
Kembali Tergenang, Air di Kebon Pala Capai 90 Cm Usai Siaga Tiga Katulampa