Gagasan sekolah rakyat ternyata datang langsung dari Presiden Prabowo. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul. Intinya, sekolah ini dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga yang benar-benar kesulitan secara ekonomi. Yang menarik, tidak ada tes akademik apa pun untuk bisa masuk ke sini.
Dalam acara Inspirasi Bulan Suci yang dihelat detikcom, Gus Ipul bercerita panjang lebar.
Ia mengaku awalnya belum sepenuhnya paham. "Saya bayangkan waktu itu ini adalah sekolah-sekolah unggulan khusus keluarga-keluarga yang kurang mampu," lanjutnya. Ternyata, kata 'unggulan' yang dimaksud adalah pada fasilitas dan infrastrukturnya, bukan pada proses seleksi muridnya.
Prinsipnya sederhana: selama siswa itu berasal dari keluarga miskin atau bahkan miskin ekstrem, pintu sekolah rakyat terbuka lebar. Bahkan, soal usia pun terbilang fleksibel. Bisa saja ada anak umur 9 tahun yang baru masuk kelas 1. "Ya seperti itulah, tapi ya ini ada di sekitar kita," ujar Gus Ipul dengan nada penerimaan.
Di sisi lain, ia merasa senang bisa terlibat dalam program yang menjangkau kelompok yang kerap terabaikan ini. Banyak anak yang sebelumnya putus sekolah akhirnya punya kesempatan lagi. Menurut Gus Ipul, Presiden punya target yang jelas: satu sekolah rakyat permanen di setiap kabupaten dan kota.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Cuaca Relatif Kondusif untuk Awal Mudik Lebaran 2026, Waspada Potensi Hujan di Sejumlah Daerah
Kapolri: Presiden Perintahkan Usut Tuntas Kasus Penyiran Air Keras ke Aktivis KontraS
Aturan Mudik: Istirahat 30 Menit Setiap 4 Jam Berkendara demi Keselamatan
Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru Diresmikan, Menampilkan Patung Fatmawati yang Sedang Hamil