Gagasan sekolah rakyat ternyata datang langsung dari Presiden Prabowo. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul. Intinya, sekolah ini dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga yang benar-benar kesulitan secara ekonomi. Yang menarik, tidak ada tes akademik apa pun untuk bisa masuk ke sini.
Dalam acara Inspirasi Bulan Suci yang dihelat detikcom, Gus Ipul bercerita panjang lebar.
"Sebenarnya ini asli Bapak Presiden ya. Jadi ini asli Bapak Presiden, gagasan beliau," ujarnya, dikutip Senin (9/3/2026).
Ia mengaku awalnya belum sepenuhnya paham. "Saya bayangkan waktu itu ini adalah sekolah-sekolah unggulan khusus keluarga-keluarga yang kurang mampu," lanjutnya. Ternyata, kata 'unggulan' yang dimaksud adalah pada fasilitas dan infrastrukturnya, bukan pada proses seleksi muridnya.
"Tetapi untuk siswanya ya siapapun boleh masuk tanpa ada tes akademik. Jadi tidak ada seleksi tes akademik, tidak didiskriminasi gara-gara kapasitas akademik atau kemampuan seseorang ya untuk menguasai memahami mata pelajaran tertentu, sama sekali enggak,"
Prinsipnya sederhana: selama siswa itu berasal dari keluarga miskin atau bahkan miskin ekstrem, pintu sekolah rakyat terbuka lebar. Bahkan, soal usia pun terbilang fleksibel. Bisa saja ada anak umur 9 tahun yang baru masuk kelas 1. "Ya seperti itulah, tapi ya ini ada di sekitar kita," ujar Gus Ipul dengan nada penerimaan.
Di sisi lain, ia merasa senang bisa terlibat dalam program yang menjangkau kelompok yang kerap terabaikan ini. Banyak anak yang sebelumnya putus sekolah akhirnya punya kesempatan lagi. Menurut Gus Ipul, Presiden punya target yang jelas: satu sekolah rakyat permanen di setiap kabupaten dan kota.
"Dengan penjangkauan yang terukur setiap tahunnya yang pada akhirnya nanti targetnya Bapak Presiden itu adalah satu sekolah rakyat permanen di setiap Kabupaten/Kota itu sudah bisa menjangkau sekitar 500 ribu, tetap 500 ribu siswa,"
Namun begitu, dampaknya dianggap jauh lebih besar dari sekadar angka. Program ini dinilainya mampu menyadarkan banyak pihak, semua pemangku kepentingan, bahwa masih ada saudara-saudara kita yang perlu ditoleh, dibantu, dan diberi afirmasi.
"...bagaimana memuliakan mereka, bagaimana memungkinkan mereka, memiliki kesempatan yang lebih luas untuk bisa jadi manusia-manusia tangguh, manusia hebat, manusia mandiri di masa-masa yang akan datang,"
Gus Ipul tak henti mengapresiasi. Menurutnya, Presiden menggunakan pengaruhnya untuk membuka mata publik tentang mereka yang tertinggal dalam pembangunan.
"Ini hebatnya Pak Presiden, saya ulang sekali lagi, ya sebagai Presiden Beliau menggunakan pengaruhnya untuk menyadarkan publik, menyadarkan masyarakat, bahwa ada yang tertinggal, ada yang belum terbawa dalam proses pembangunan,"
Ia juga menyinggung amanat konstitusi. "Ada mereka-mereka yang menderita, tetapi tidak terlihat, ada amanah Undang-undang Dasar, 'Fakir miskin dan Anak terlantar dipelihara oleh negara'," katanya. Inovasi sekolah rakyat dianggap sebagai bentuk penguatan dari amanat itu.
Menyambut Ramadan, Gus Ipul berharap komitmen ini terus berjalan. Ia ingin pemerintah dan semua pihak bisa menjaga, membimbing, dan mengawal anak-anak titipan Tuhan ini menuju masa depan yang lebih cerah.
"Jadi maka saya sekarang benar-benar mari kita jaga titipan Tuhan, ini kita Bimbing, kita kawal, menjadi suatu yang apa bisa memastikan masa depan mereka cerah,"
Acara Inspirasi Bulan Suci sendiri hadir untuk menyambut Ramadan, di mana detikcom bersama berbagai tokoh negeri berbagi ilmu dan gagasan solutif untuk pembangunan bangsa.
Artikel Terkait
Trump Peringatkan Iran soal Kesepakatan Nuklir, Unggah Foto AI ‘No More Mr Nice Guy’
BGN Beri Penghargaan Dapur Terbaik ke SPPG Binaan Polri di Jakarta Utara
Razia Daycare di Yogyakarta, 33 Lembaga Terindentifikasi Belum Miliki Izin Operasional
Misi Dagang Jatim di Malaysia Capai Transaksi Rp15,25 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah