Meski konfliknya sudah berakhir damai, Komnas Perlindungan Anak ternyata belum berhenti mendampingi. Mereka masih terus memperhatikan si anak influencer yang jadi korban dugaan bullying dan pelecehan di sebuah SMPN di Jakarta Timur itu. Fokus mereka sekarang? Memastikan sekolah benar-benar bisa jadi tempat yang aman dan nyaman, terutama buat sang korban.
"Urusannya nggak cuma beres di meja perundingan," kata Wakil Komnas PA DKI, Hagistio Pradika, saat ditemui di Halim, Rabu lalu.
Dia melanjutkan, "Kami tetap mengedepankan hak-hak anak. Proses pemulihan mental dan psikisnya harus jalan. Yang nggak kalah penting, keamanan dan kenyamanan di sekolah harus dijaga. Jangan sampai setelah damai-damai malah muncul masalah baru, bikin dia nggak betah."
Di sisi lain, Komnas PA juga menyoroti peran Dinas Pendidikan. Menurut Hagistio, kasus perundungan di sekolah-sekolah itu masih banyak terjadi, butuh perhatian serius.
"Saya minta Dinas Pendidikan bisa lebih aware, lebih peduli lagi sama kasus-kasus bully di Jakarta. Ayo kita cegah bersama," tegasnya.
Nah, yang bikin prihatin, Hagistio menegaskan kasus yang menimpa anak SMP ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa. Dia bilang, ini sudah masuk kategori kejahatan.
Artikel Terkait
Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz dengan Syarat Transaksi Minyak Pakai Yuan
AS Klaim Lumpuhkan Titik Strategis Iran di Pulau Kharg, Hindari Fasilitas Energi Kritis
Korlantas Fokuskan Operasi Ketupat 2026 di Jatim, Penyumbang Kecelakaan Tertinggi
Gus Ipul Ungkap Gagasan Sekolah Rakyat Tanpa Tes Akademik Berasal dari Presiden Prabowo