Korlantas Fokuskan Operasi Ketupat 2026 di Jatim, Penyumbang Kecelakaan Tertinggi

- Minggu, 15 Maret 2026 | 09:30 WIB
Korlantas Fokuskan Operasi Ketupat 2026 di Jatim, Penyumbang Kecelakaan Tertinggi

Operasi Ketupat 2026 sudah berjalan. Dari pusat komando di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Korlantas Polri memantau situasi dengan cermat. Dan ada satu wilayah yang jadi perhatian utama mereka: Jawa Timur.

Alasannya sederhana namun mengkhawatirkan. Saat ini, Jatim tercatat sebagai penyumbang angka kecelakaan lalu lintas tertinggi. Fakta inilah yang membuat jajaran kepolisian setempat mendapat instruksi khusus.

Dirjen Gakkum Korlantas Polri, Brigjen Faizal, tak menampik data itu. Menurutnya, arus kendaraan yang masih sangat padat menuju wilayah timur menjadi salah satu pemicu. “Jawa Timur saat ini penyumbang kecelakaan tertinggi,” ujarnya pada Minggu (15/3) dinihari.

“Kami sudah lakukan intervensi agar rekan-rekan di sana segera melakukan mitigasi dan antisipasi,” tambah Faizal.

Lalu, apa langkah konkretnya? Patroli akan digencarkan. Titik-titik rawan kecelakaan atau blackspot, baik di tol maupun jalan arteri, akan mendapat pengawasan ekstra. Tujuannya jelas: menekan angka kecelakaan.

Namun begitu, kabar baiknya datang dari ruas tol. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi lalu lintas di jalan tol terpantau cukup baik. Masalah justru banyak terjadi di jalur arteri dan area keramaian.

“Ini rata-rata di arteri,” jelas Brigjen Faizal. “Sehingga kami tentunya besok sudah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi jalur-jalur yang terkait peningkatan jumlah pemudik.”

Di sisi lain, peran serta masyarakat dinilai krusial. Faizal tak bosan mengingatkan bahwa keselamatan harus jadi prioritas utama dalam tradisi mudik ini. “Kami harap masyarakat betul-betul hati-hati,” imbaunya.

Ia juga menyelipkan pesan khusus bagi mereka yang memilih jalur arteri. Kondisi pengemudi, kata dia, adalah kunci. Kelelahan bisa menjadi musibah. “Oleh karena itu kami menghimbau, sekali lagi, gunakan rest area,” pungkasnya.

Tempat beristirahat itu penting. Agar perjalanan bisa dilanjutkan dengan kondisi yang fresh, dan semua sampai tujuan dengan selamat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar