Washington DC – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kali ini, Presiden Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah berhasil melumpuhkan titik strategis di Pulau Kharg. Meski begitu, dia menegaskan bahwa serangan itu sengaja menghindari infrastruktur energi kritis.
“Kami sudah lumpuhkan total tempat itu,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News, Minggu (15/3/2026).
“Tapi, jalur energinya tidak saya sentuh. Soalnya, kalau sampai hancur, butuh waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali,” tambahnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Gedung Putih belum punya niat buru-buru berunding dengan Teheran. Strategi tekanan maksimum tampaknya masih akan terus berjalan.
Di sisi lain, operasi ini dianggap punya dua tujuan. Pertama, tentu saja untuk melemahkan posisi militer Iran. Yang kedua, dan ini cukup penting, adalah menghindari gejolak pasar minyak dunia. Dengan tidak menyentuh fasilitas distribusi utama di Kharg, Washington berharap harga minyak global tidak melonjak tak terkendali.
Artikel Terkait
Ketua Komisi III DPR Desak Negara Tanggung Biaya Pengobatan dan Lindungi Aktivis Andrie Yunus
Kapolri Bentuk Posko Khusus dan Janjikan Perlindungan Saksi Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Memadati Stasiun Pasar Senen
BMKG Prediksi Cuaca Relatif Kondusif untuk Awal Mudik Lebaran 2026, Waspada Potensi Hujan di Sejumlah Daerah