Sebenarnya, wacana ini sudah digulirkan lebih dulu di London. Tepatnya dalam forum UK-Indonesia Education pada 20 Januari lalu. Cakupan bidang studinya pun cukup spesifik: mulai dari kedokteran, teknologi, farmasi, hingga sains murni. Latar belakangnya jelas: Indonesia masih sangat kekurangan tenaga medis.
Prabowo sendiri mengungkapkan kekhawatirannya soal angka kelulusan dokter dalam negeri.
Itulah mengapa proyek kampus ini dianggap krusial. Untuk mengejar ketertinggalan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut Presiden, langkah ini harus dilakukan dengan perhitungan matang.
Jadi, rapat di Hambalang itu bukan sekadar formalitas. Ia jadi penanda bahwa rencana besar itu mulai bergerak dari konsep menuju realisasi.
Artikel Terkait
Pramono Anung Siap Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir Jakarta
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Perairan Sangihe Dini Hari
Kotak Hitam ATR 42-500 Berhasil Dibuka, Rekaman 2 Jam di Kokpit Terungkap
Gerindra Tuding Birokrasi Lamban Jadi Biang Kerok Krisis Air di Padang