Sebenarnya, wacana ini sudah digulirkan lebih dulu di London. Tepatnya dalam forum UK-Indonesia Education pada 20 Januari lalu. Cakupan bidang studinya pun cukup spesifik: mulai dari kedokteran, teknologi, farmasi, hingga sains murni. Latar belakangnya jelas: Indonesia masih sangat kekurangan tenaga medis.
Prabowo sendiri mengungkapkan kekhawatirannya soal angka kelulusan dokter dalam negeri.
Itulah mengapa proyek kampus ini dianggap krusial. Untuk mengejar ketertinggalan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut Presiden, langkah ini harus dilakukan dengan perhitungan matang.
Jadi, rapat di Hambalang itu bukan sekadar formalitas. Ia jadi penanda bahwa rencana besar itu mulai bergerak dari konsep menuju realisasi.
Artikel Terkait
Mendikbud Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif di Ramadan
Iran Tangkap 20 Orang Diduga Kirim Data Sensitif ke Israel
Phil Campbell, Gitaris Legendaris Motörhead, Meninggal Dunia
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Bergerak Lebih Awal