Di ruang pertemuan Kementerian Sosial Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, punya pesan tegas untuk para kepala dinas sosial se-Kalimantan Selatan. Intinya sederhana: awasi bersama. Ia mengajak pemerintah daerah, terutama jajaran dinas sosial, untuk aktif mengawasi penyaluran bantuan sosial yang berjalan.
"Jangan dianggap ini bansos pusat atau bansos daerah. Kita awasi bersama," tegas Gus Ipul dalam audiensi hari ini, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, bantuan itu harus langsung ke rekening penerima manfaat. Titik. Tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun.
Di sisi lain, Gus Ipul juga menjelaskan soal dasar data yang kini dipakai. Penyaluran bantuan sosial sekarang mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik. Data ini dinamis, terus berubah mengikuti kondisi riil di lapangan.
"Data ini tiap hari berubah," ujarnya. "Karena setiap hari ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang pindah. Bahkan, ada yang tiba-tiba jadi kaya, ada yang tiba-tiba jadi miskin."
Ia lalu mencontohkan hasil uji coba di Banyuwangi tahun lalu. Pilot project digitalisasi bansos di sana menunjukkan perbedaan yang signifikan antara data lama dan data yang sudah diperbarui. Hasil itu jadi dasar penting untuk perbaikan ke depan.
"Setelah diuji di lapangan, tingkat kesalahannya bisa ditekan jauh lebih rendah," papar Gus Ipul. Targetnya, error data bisa turun di bawah 10 persen. Harapannya jelas: bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Artikel Terkait
MLKI Kirim Surat Tegas ke Prabowo: Tolak Polri Masuk Kementerian
TNI AD Klarifikasi Keributan Bhabinsa dan Pedagang Es Kue: Cuma Salah Paham
Polisi Turun ke Pantai Tebing Tinggi, Lima Karung Sampah Plastik Berhasil Dunguti
Dari Nelayan ke Pemberdaya: Kisah Tika Wulandari yang Mengubah Nasib Keluarga dan Nelayan Sekampung