Hujan tak henti mengguyur selama dua hari berturut-turut. Rupanya, itulah pemicu utama bencana tanah longsor yang melanda Dusun Pasir Kuning di Kabupaten Bandung Barat. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi'i, mengungkapkan fakta itu dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Selasa lalu.
Menurut Syafi'i, lokasi kejadian berada di kawasan Gunung Burangrang. Ketinggiannya mencapai sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.
Begitu penjelasannya di hadapan para anggota dewan.
Awalnya, tim hanya mendeteksi satu titik puncak sebagai mahkota longsor. Dari titik itu hingga area terdampak paling bawah, jaraknya mencapai sekitar 2 kilometer lebih. Sungai kecil yang semula hanya selebar 2-5 meter, tiba-tiba melebar jadi 140 meter akibat terjangan material.
Syafi'i menambahkan. Luasnya jauh melampaui perkiraan awal.
Artikel Terkait
Anggaran Pasca Bencana Dikritik, Komisi V Desak PU Bentuk Direktorat Khusus
MA Usulkan Penambahan Hakim Agung, Usia Pensiun 70 Tahun Jadi Opsi
Dua Pemuda Diamankan di Apartemen Thamrin, Vape Sintetis Jadi Modus Baru
Sespimti Polri Bantu Korban Longsor Cisarua dengan Bahan Pokok dan Perlengkapan Tidur