Di gedung DPR Senayan, suasana Selasa siang itu cukup ramai. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, sempat diwawancarai soal kabar sejumlah kadernya yang hengkang ke Partai Solidaritas Indonesia. Tanggapannya? Cukup santai dan penuh toleransi.
"Ya, itu kan hak dan pilihan masing-masing," ujar Saan.
Dia menegaskan, pihaknya tentu saja menghormati pilihan politik siapa pun. Nada bicaranya tenang, tanpa kesan gusar.
Menurut Saan, NasDem sebenarnya selalu berupaya menciptakan rasa nyaman bagi para kadernya. Tapi ya, kalau ada yang merasa lebih cocok di partai lain, mereka tak mungkin dipaksa bertahan. "Kita juga nggak bisa apa-apa menahan," katanya sambil menghela napas. "Tapi kita tetap menghargai pilihan."
Isu perpindahan kader ini memang sedang hangat. Beberapa nama seperti Bestari Barus dan Ahmad Ali sudah lebih dulu berpindah haluan ke PSI. Yang terbaru, Rusdi Masse juga dikabarkan akan menyusul. Kabarnya, dia sudah keluar dari NasDem dan sedang dalam proses bergabung dengan partai baru itu.
Lantas, bagaimana dengan posisi yang ditinggalkan? Saan menjelaskan, untuk posisi Rusdi di Sulawesi Selatan, sudah ada penggantinya. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, ditunjuk sebagai Ketua DPW setempat.
Namun begitu, untuk kursi di Senayan, belum ada keputusan final. "Pengganti Rusdi di DPR, kami belum memutuskan," pungkas Saan, mengakhiri pembicaraan sebelum kembali ke aktivitasnya.
Artikel Terkait
Akademisi UI Ragukan Klaim Iran soal Kesepahaman dengan AS, Sebut Belum Ada Dokumen Resmi
Polisi Bekuk Dua Spesialis Curanmor di Kediri, Beraksi di Dua Kota
Pemadaman Listrik Satu Jam di Jakarta Hemat 96,91 MWh, Harga Telur Justru Turun
Lansia di Klungkung Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Terlilit Utang Rp68 Juta