Harga minyak dunia kembali melemah di awal pekan ini. Sentimen pasar tampak lesu, diwarnai oleh perpaduan antara kekhawatiran pasokan dan bayang-bayang kelebihan stok global yang tak kunjung sirna.
Pada perdagangan Senin (15/12/2025), kontrak berjangka Brent tercatat turun 0,92 persen ke level USD60,56 per barel. Sementara itu, minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), tergelincir lebih dalam, yaitu 1,08 persen, menjadi USD56,82. Ini melanjutkan tren pekan lalu, di mana kedua patokan minyak itu sudah anjlok lebih dari 4 persen.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Di satu sisi, ada potensi gangguan pasokan yang nyata. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kian memanas. Baru-baru ini, AS menyita sebuah tanker dan menjatuhkan sanksi baru pada perusahaan pelayaran yang masih berurusan dengan Caracas. Akibatnya, ekspor minyak Venezuela langsung terjun bebas.
Berdasarkan data pelayaran dan sumber maritim, sejumlah kapal tanker yang seharusnya memuat minyak di pelabuhan Venezuela malah berbalik arah. Belum lagi, perusahaan minyak negara PDVSA dilaporkan mengalami serangan siber di hari yang sama. Pasar pun waspada, menunggu langkah AS berikutnya yang dikabarkan akan mencegat lebih banyak kapal pengangkut minyak Venezuela.
Namun begitu, anehnya, ancaman gangguan pasokan ini seolah tidak cukup kuat untuk mendongkrak harga.
“Tekanan penurunan harga minyak dan tercapainya level terendah bulanan pada kontrak berjangka utama pekan lalu bisa saja lebih dalam, jika bukan karena langkah Amerika Serikat yang meningkatkan tekanan terhadap Venezuela,”
kata John Evans, seorang analis di PVM.
Kenapa? Ternyata, pasokan global saat ini memang sangat berlimpah. Minyak dari Venezuela yang sudah dalam perjalanan ke China konsumen terbesarnya masih mengalir. Ditambah lagi, permintaan global sendiri sedang tidak bersemangat. Faktor-faktor inilah yang menahan dampak gejolak dari Venezuela.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak