Lantas, bagaimana modusnya? Ternyata, pelaku yang sehari-hari berjualan lontong sayur ini diduga punya pola yang terencana. Ia merekam adegan intim dengan anak kandungnya, lalu video itulah yang dijadikan ‘senjata’ untuk menarik perhatian pelanggan pria. Menurut informasi, SK biasanya menunjukkan rekaman itu kepada pelanggan yang ia anggap ‘bisa diajak kencan’.
Ketua Humanity Women Children Indonesia (HWCI) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak, membeberkan lebih detail.
“Rekaman video itu ditunjukkan ke orang-orang sambil menawarkan diri. Setelah itu, terjadi percakapan yang menjurus ke ajakan berhubungan,” papar Eka.
Kasus ini tentu meninggalkan luka yang dalam. Di balik rutinitas jualan lontong sayur, tersimpan sebuah pengkhianatan terbesar seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Proses hukum kini terus berjalan, sementara korban anak yang seharusnya dilindungi menjadi pusat dari seluruh tragedi ini.
Artikel Terkait
Kejagung Periksa Sejumlah Kajari Diduga Langgar Etik
Tito Waspadai Tren Naik Inflasi, Fokus Utama ke Harga Pangan
Puskesmas Darurat di Sumatera Ditargetkan Beroperasi Sebelum Ramadan 2026
Ahok Ungkap Penyimpangan di Pertamina: Rekomendasi Kami Pecat Direksinya