Lantas, bagaimana modusnya? Ternyata, pelaku yang sehari-hari berjualan lontong sayur ini diduga punya pola yang terencana. Ia merekam adegan intim dengan anak kandungnya, lalu video itulah yang dijadikan ‘senjata’ untuk menarik perhatian pelanggan pria. Menurut informasi, SK biasanya menunjukkan rekaman itu kepada pelanggan yang ia anggap ‘bisa diajak kencan’.
Ketua Humanity Women Children Indonesia (HWCI) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak, membeberkan lebih detail.
“Rekaman video itu ditunjukkan ke orang-orang sambil menawarkan diri. Setelah itu, terjadi percakapan yang menjurus ke ajakan berhubungan,” papar Eka.
Kasus ini tentu meninggalkan luka yang dalam. Di balik rutinitas jualan lontong sayur, tersimpan sebuah pengkhianatan terbesar seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Proses hukum kini terus berjalan, sementara korban anak yang seharusnya dilindungi menjadi pusat dari seluruh tragedi ini.
Artikel Terkait
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 380 Kiloliter Solar Industri di Perairan Surabaya
Cak Imin Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Kasus Tersangka Gus Yaqut
Trump Ancam Serang Lagi Pulau Kharg, Iran Klaim AS Gunakan Pangkalan di UEA
Polda Riau Gelar Lomba Lari Go Sprint Go Green untuk Pembinaan Generasi Muda