Viral di media sosial, aksi seorang sopir truk bernama Aan yang dengan sabar mengawal sebuah Isuzu Panther yang melaju tak karuan. Ternyata, pengemudinya meninggal dunia akibat serangan jantung. Kisah heroik ini berbuah manis: Aan dapat penghargaan langsung dari Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho.
Irjen Agus mengundang Aan ke kantor Korlantas di Jakarta, Senin lalu. Di situlah penghargaan itu diserahkan. Dalam momen haru itu, Aan pun bercerita detail soal kejadian Rabu pagi sebelumnya, sekitar pukul 07.20 WIB.
Ceritanya, Aan sedang melaju di jalur dua tol. Sementara mobil Panther itu ada di jalur empat, berjarak sekitar enam mobil di depannya.
"Waktu itu kedengaran benturan begitu keras, dia mulai ke kiri, nggak lama dia balik ke kanan. Banyak pengendara mobil di belakangnya pada klakson, nggak ada respons,"
kata Aan menuturkan kejadian awal.
Langsung, nalurinya bekerja. Aan pindah ke jalur tiga dan mendekatkan truknya ke Panther. Ia memberi klakson, berharap sang pengemudi sadar dan mengendalikan mobilnya. Tapi nihil. "Eh masih nggak ada respons. Saya tengok udah berbaring ke kiri, saya coba mengiringi nyampe di mana dia berhenti," ujarnya.
Di titik ini, pikirannya mulai beradu. Ia ingin segera memepet mobil itu agar berhenti. Namun begitu, ada kekhawatiran lain yang mendadak muncul. Saat itu belum ada saksi yang jelas. Jangan-jangan nanti malah dituding sebagai penyebabnya kalau ada sesuatu terjadi pada pengemudi Panther.
Untungnya, tak lama kemudian terlihat seorang anggota TNI di lokasi. Aan pun meminta izin. "Akhirnya ada pihak TNI juga di situ, saya izin ke TNI, katanya ya udah gapapa tabrak aja daripada membahayakan yang lain."
"Pas saya mau ke kanan mau nabrak si Panther, nggak tahunya udah ada benturan keras ke kanan, terus berhenti. Nggak lama saya berhenti juga sama si TNI itu, coba nyeberang di tol itu," jelas Aan melanjutkan ceritanya.
Mereka berdua lantas mengecek kondisi. Mesin Panther masih hidup, tapi nyawa sang pengemudi sudah tak ada. "Pas saya cek nadi sama idungnya, udah nggak ada respons sama sekali. Terus pihak TNI nelepon polisi juga, anggota PJR, dari situ antara 6 menitan, cepet juga pihak PJR dateng," kenang Aan.
Menanggapi aksi ini, Irjen Agus Suryonugroho menyebutnya sebagai contoh nyata kepedulian di jalan yang patut diteladani.
"Atas Perintah Bapak Kapolri, saya mewakili institusi Polri. Mas Aan ini menjadi atensi Bapak Kapolri. Hari ini saya bersama Pak Dirgakkum mengundang Panjenengan untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih, sekaligus memberikan piagam penghargaan,"
ujar Irjen Agus.
Korlantas berharap kisah Aan bisa jadi pelajaran bagi semua. Empati dan keberanian bertindak dalam situasi darurat, dengan tetap menjaga keselamatan, adalah sikap yang sangat dibutuhkan di tengah hiruk-pikuk lalu lintas kita.
Artikel Terkait
KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen Imbas Insiden di Bekasi Timur
Kecelakaan Kereta di Bekasi, KAI Daop 5 Purwokerto Batalkan Sejumlah Perjalanan
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Penanganan 1.800 Perlintasan
Taksi Listrik Mogok di Rel, Tabrakan Kereta di Bekasi Tewaskan 14 Orang