Pulih Total, Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Sumatra Kembali Berjalan Normal

- Senin, 26 Januari 2026 | 16:55 WIB
Pulih Total, Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Sumatra Kembali Berjalan Normal

Layanan kesehatan di tiga provinsi Sumatra yang porak-poranda akibat bencana akhirnya berfungsi penuh. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian. Menurutnya, kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah pulih seratus persen.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta, tepatnya di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kemendagri.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian," ujar Tito.

Ia melanjutkan, apresiasi itu ditujukan untuk semua pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga kelompok non-pemerintah yang turun langsung ke lokasi. Pernyataannya itu dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (26/1/2026).

Data dari Satgas sendiri cukup menggambarkan perjalanan pemulihan yang tidak mudah. Dari 87 RSUD yang terdampak, sembilan di antaranya sempat tutup total. Delapan ada di Aceh, satu lagi di Sumut. Nah, sekarang semuanya sudah buka dan berjalan normal lagi.

Cerita serupa terjadi pada puskesmas. Jumlah yang terdampak mencapai 867 unit. Awalnya, 152 puskesmas terpaksa berhenti beroperasi. Kini, 865 di antaranya sudah berfungsi seperti sedia kala. Hanya tersisa dua yang masih menempati lokasi sementara, menunggu gedung baru selesai dibangun.

Di sisi lain, sektor pendidikan juga menunjukkan kemajuan signifikan. Proses belajar mengajar di ketiga provinsi itu sudah berjalan sepenuhnya. Memang, sekitar 3% kegiatan masih mengandalkan ruang kelas darurat, tapi setidaknya anak-anak sudah bisa belajar lagi.

Pemulihan infrastruktur dasar pun tak kalah pesat. Untuk listrik, Aceh tinggal menyelesaikan kurang dari 1% wilayahnya. Sumut sudah 99% terang, sementara Sumbar mencapai 100%. Semua SPBU di ketiga daerah itu juga sudah beroperasi kembali, begitu pula dengan layanan internet. Pasokan BBM dan LPG terpantau stabil hal yang krusial untuk menggerakkan kembali roda ekonomi.

Nah, bicara ekonomi, seluruh pasar di Sumbar dan Sumut sudah buka 100%. Di Aceh, sekitar 65% pasar telah beraktivitas, sisanya masih dalam tahap pemulihan bertahap.

Yang tak kalah penting, roda pemerintahan di semua wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, telah berputar kembali. Pelayanan publik dari tingkat provinsi hingga kota sudah normal.

Meski begitu, Tito mengakui masih ada pekerjaan rumah yang menanti. Beberapa infrastruktur seperti jalan di berbagai tingkatan, jembatan temporer, dan sungai yang perlu dinormalisasi masih butuh perhatian serius. Untuk memastikan semua berjalan optimal, Kemendagri membentuk posko pemantauan.

"Ada posko di sini yang monitor, pos komandonya di Kemendagri, dan ada satu posko lagi di Aceh. Meskipun di Sumatra Utara, di Medan, Sumatra Barat juga mereka membentuk posko tingkat provinsi," tambahnya.

Semua langkah ini diambil agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra benar-benar efektif dan berkelanjutan. Tujuannya satu: dampaknya harus langsung terasa oleh masyarakat yang terdampak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar