Mural di Teheran: Jika Menebar Angin, AS Akan Menuai Badai

- Senin, 26 Januari 2026 | 15:50 WIB
Mural di Teheran: Jika Menebar Angin, AS Akan Menuai Badai

Sebuah mural baru yang penuh ancaman kini menghiasi Alun-alun Enghelab di jantung Teheran. Iran secara terbuka memperingatkan Amerika Serikat, lewat gambar itu, untuk mengurungkan niat melakukan serangan militer baru. Peresmiannya dilakukan Minggu lalu, dan pesannya terang benderang.

Menurut laporan Associated Press dan Al Arabiya, mural tersebut menggambarkan pemandangan suram di dek sebuah kapal induk. Beberapa pesawat tampak rusak parah. Di atasnya, terpampang slogan yang tak bisa dianggap remeh: "Jika ingin menebar angin, Anda akan menuai badai."

Waktu pemasangannya jelas bukan kebetulan. Ini bertepatan dengan pergerakan armada AS, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sedang menuju kawasan Timur Tengah. Seolah, mural itu adalah jawaban visual sebelum kata-kata diucapkan.

Presiden Donald Trump sendiri berusaha meredam ketegangan, meski pernyataannya justru meninggalkan ruang untuk spekulasi.

"Kita memiliki armada besar yang bergerak menuju ke arah tersebut, dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya," ujarnya beberapa hari sebelumnya.

Trump menegaskan, kapal-kapal perang itu dikirim hanya sebagai langkah antisipasi, berjaga-jaga jika dia akhirnya memutuskan untuk bertindak.

Alun-alun Enghelab sendiri bukan tempat biasa. Lokasi ini sering dipakai pemerintah untuk menggelar perkumpulan massa. Otoritas setempat juga kerap mengganti mural di sana, menyesuaikan dengan isu atau peristiwa nasional yang sedang panas.

Di sisi lain, peringatan tidak cuma datang dari dinding. Sehari sebelum mural diresmikan, Komandan Garda Revolusi Iran sudah bersuara lantang. Mereka menyatakan pasukannya berada dalam kondisi siaga tertinggi.

"Lebih siap dibandingkan sebelumnya, dengan jari ada di pelatuk," begitu kira-kira pernyataan tegas yang disampaikan pada Sabtu lalu. Ancaman balasan Iran, rupanya, disampaikan melalui dua saluran: seni di alun-alun dan kata-kata dari markas militer.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar