Malam yang Menelan Pasir Kuning: Gemuruh di Atap dan Jerit yang Hilang

- Senin, 26 Januari 2026 | 15:10 WIB
Malam yang Menelan Pasir Kuning: Gemuruh di Atap dan Jerit yang Hilang

kenang Abah Ade, seperti dilaporkan Antara, Senin (26/1).

Nalurinya langsung bekerja. Sebagai Ketua RT 05 di kampung itu, rasa tanggung jawabnya mengalahkan segala rasa takut. Ia segera keluar, dan pemandangan yang menyambutnya membuat jantungnya berhenti berdetak sejenak. Dari arah perbukitan, air bah yang hitam pekat bercampur lumpur meluncur deras. Bukan cuma air, tapi juga membawa kayu, tanah, dan serpihan bangunan. Semua berlangsung cepat sekali, nyaris tak memberi waktu untuk berpikir, apalagi menyelamatkan barang-barang.

Dalam gelap dan hujan yang masih deras, Abah Ade berlari. Arus terus meninggi, menyapu jalan yang ia lalui. Ia berusaha menuju rumah-rumah warga, tapi segalanya terasa tak berdaya.

Di sisi lain, teriakan minta tolong masih sempat terdengar bersahutan dari beberapa titik. Suara itu memilukan, menusuk-nusuk hati di tengah riuh bencana. Namun begitu, derasnya arus dan gelapnya malam membuat setiap upaya penyelamatan terasa seperti pertaruhan nyawa. Kampung yang ia kenal itu perlahan-lahan terkikis, hilang ditelan lumpur di depan matanya sendiri.


Halaman:

Komentar