Nah, terkait cuaca itu, ada upaya khusus yang diterapkan. Berbeda dengan hari pertama kejadian, kini BNPB bersama BMKG menurunkan tim khusus untuk Operasi Modifikasi Cuaca. Mereka menggunakan pesawat BNPB untuk mengendalikan curah hujan. Langkah ini penting demi mendukung kelancaran kerja tim SAR dan relawan di zona merah yang masih rawan.
Selain mengandalkan teknologi, penguatan personel di lapangan juga ditekan. Bantuan personil atau BKO dari berbagai kantor SAR se-Pulau Jawa dikerahkan. Tujuannya untuk memperkuat proses pencarian dan evakuasi di lokasi yang sulit.
“Relawan sudah mulai turun, BKO dari kantor SAR di wilayah Jawa juga telah bergabung,” pungkas Wakil Ketua Umum PKB ini.
“Pak Bupati bersama jajarannya, TNI, dan Polri bergerak cepat agar seluruh proses penanganan ini segera tuntas.”
Rapat koordinasi itu sendiri dihadiri oleh banyak pihak. Mulai dari Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, jajaran BNPB dan Kemensos, Kepala SAR, BPBD, hingga unsur Forkopimda seperti Kapolres dan Dandim. Hadir juga tim medis, Tagana, dan perangkat desa setempat. Kerumunan itu menggambarkan betapa kompleksnya penanganan sebuah bencana.
Pada akhirnya, kehadiran Cucun di Pasirlangu punya arti lebih dari sekadar tinjauan. Ini adalah bagian dari peran pengawasan DPR RI. Memastikan regulasi dan anggaran penanggulangan bencana benar-benar terserap efektif, tepat sasaran, dan sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan di tengah musibah.
Artikel Terkait
Sekolah di Jatim Pecahkan Rekor, Ribuan Siswa Turun Tangan untuk Ketahanan Pangan
Kapolri Pastikan Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Digelar Masif Jelang Berlaku
Polri Lampaui Target Beras Murah 2025, Penyaluran Dihentikan Lebih Awal
Noel Buka Suara: Ormas dan Partai Berhuruf K Terlibat Aliran Dana Kasus Sertifikasi K3