Menariknya, seluruh langkah pengamanan ini bakal didukung penuh oleh teknologi. Sistem penegakan hukum digital yang modern, seperti ETLE dan ETLE Drone Patrol Presisi, akan jadi andalan. Menurut sang jenderal bintang dua, pendekatan ini membuat penindakan jadi lebih objektif dan transparan, sekaligus meminimalkan interaksi langsung.
"Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif," jelasnya.
"Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern."
Agus menambahkan, ETLE bukan alat untuk sekadar menilang. Lebih dari itu, teknologi itu diharapkan bisa membangun budaya tertib berlalu lintas yang ujung-ujungnya menyelamatkan nyawa.
Namun begitu, di balik ketegasan penegakan hukum berbasis data, ada pesan humanis yang kuat. Irjen Agus mengingatkan jajarannya untuk tidak lupa pada karakter pelayanan. Polantas di tahun 2026 harus dirasakan sebagai pelindung, bukan sesuatu yang menakutkan.
"Langkah ini merupakan komitmen Korlantas Polri untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pendekatan yang tegas namun humanis," tegasnya.
Prinsipnya sederhana tapi punya makna mendalam: 'Senyum Polantas adalah Marka Utama'.
Artikel Terkait
Polres Dumai Gelar Lari Pagi, Akhiri dengan Penanaman Pohon
Jenderal Andalan Xi Jinping Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS
Nadiem Jalani Sidang Korupsi Chromebook Meski Masih dalam Perawatan
Sigit Sebut Bhabinkamtibmas Superman di Tengah Kesenjangan Jangkauan