Menurut keterangan dari 10 Downing Street, percakapan mereka pada Sabtu juga membahas Ukraina dan keamanan Arktik. Tapi soal Afghanistan, Starmer menekankan satu hal.
"Perdana menteri mengangkat keberanian dan kepahlawanan tentara Inggris dan Amerika yang bertempur berdampingan di Afghanistan, banyak di antaranya tidak pernah kembali ke rumah," bunyi pernyataan resmi itu. "Kita tidak boleh melupakan pengorbanan mereka."
Di sisi lain, pernyataan Trump di Fox Business itu dianggap banyak pihak melenceng dari fakta. Kenyataannya, setelah serangan 11 September, AS memimpin koalisi internasional – termasuk banyak sekutu NATO – untuk menggempur al-Qaeda di Afghanistan. Inggris sendiri mengerahkan lebih dari 150.000 tentaranya selama bertahun-tahun, jadi kontingen terbesar kedua setelah AS. Mereka jelas-jelas ada di garis depan.
Bukan cuma Inggris yang tersinggung. Pemerintah Italia dan Prancis juga ikut bersuara pada Sabtu, menyatakan ketidaksetujuan mereka. Keduanya sepakat, komentar Trump itu 'tidak dapat diterima'.
Jadi, meski pujiannya kini terdengar merdu, rasa kesal atas ucapannya yang pertama jelas belum sepenuhnya reda.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing