Jakarta Perang Lawan Banjir: Dari Modifikasi Cuaca hingga Pengerukan Sungai

- Senin, 26 Januari 2026 | 06:30 WIB
Jakarta Perang Lawan Banjir: Dari Modifikasi Cuaca hingga Pengerukan Sungai

"Tiga sungai utama jadi prioritas: Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Pengerukan lumpur, pelebaran, semua kami lakukan. Intinya mengembalikan fungsi aliran agar daya tampung airnya meningkat," jelas Chico.

Di sisi lain, SOP penanganan diperketat. Semua stakeholder dilibatkan. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan drainase, pintu air dioptimalkan, dan trash screen dipasang. Sistem pemantauan bernama 'Pantau Banjir' juga jadi mata-mata mereka untuk memonitor kondisi secara real-time.

Tak lupa, kebijakan adaptasi seperti work from home dan school from home diterapkan saat cuaca benar-benar mengancam. Chico juga mengajak warga untuk terlibat. Mitigasi banjir, kata dia, butuh kerja sama semua pihak.

"Penanganannya harus komprehensif. Ada respons cepat, ada juga pembenahan struktural yang butuh waktu. Pak Gubernur dan tim terus turun ke lapangan, memantau dan mengevaluasi, agar semua langkah ini betul-betul efektif," tutupnya.

Jakarta memang belum sepenuhnya bebas dari ancaman banjir. Tapi setidaknya, berbagai upaya itu menunjukkan bahwa perang melawan air terus dikobarkan, dari langit hingga ke dasar sungai.


Halaman:

Komentar