Latar belakang ancaman ini adalah kunjungan Carney ke China awal bulan ini. Tujuannya, merajut kembali hubungan yang sempat renggang dan menyepakati beberapa hal di bidang perdagangan. Menariknya, awalnya Trump justru mendukung langkah itu. Di depan wartawan di Gedung Putih pertengahan Januari, dia bilang mendapatkan kesepakatan dengan China adalah "hal yang baik".
Namun begitu, sikapnya berbalik 180 derajat. Kini, ancaman tarif itu menggantung di udara.
Pemerintah Kanada sendiri berusaha meredam eskalasi. Melalui Menteri yang menangani Perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, mereka menyatakan bahwa tidak ada upaya untuk membuat perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing. Yang terjadi, kata LeBlanc di platform X, hanyalah penyelesaian beberapa persoalan tarif tertentu saja.
Dari Beijing, Kedutaan Besar China di Kanada menyatakan kesiapan untuk bekerja sama mengimplementasikan konsensus yang telah dicapai. Mereka tampak tak ingin menambah runyam situasi.
Semua ini terjadi di tengah memanasnya hubungan kedua sekutu lama itu, yang dipicu pula oleh kritik pedas Carney terhadap ambisi Trump untuk membeli Greenland. Suasana memang sedang tidak baik-baik saja. Ancaman tarif 100% itu bukan sekadar gertakan, dan semua pihak kini menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Bekasi Pagi Ini, Getaran Dirasakan Warga
Rusdi Masse Mappasessu Bersiap Lompat ke PSI, Ikuti Jejak Mantan Kader NasDem
PAM JAYA Tegaskan: Tak Ada Kenaikan Tarif Air di 2026
Kecelakaan Feri di Filipina Selatan Tewaskan Delapan, Evakuasi Berlanjut