Laporan pelemparan batu terhadap Kereta Api Jayakarta Premium di petak Bagor-Saradan langsung ditindaklanjuti oleh tim pengamanan PT KAI Daop 7 Madiun. Mereka bergerak cepat, menyisir area sekitar KM 120 7. Hasilnya, empat anak berhasil diamankan dari lokasi kejadian.
Dari keempatnya, dua anak ternyata mengaku terlibat.
"Dari hasil pemeriksaan awal, dua anak di antaranya mengakui perbuatannya,"
kata Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, seperti dilaporkan Antara, Senin (26/1).
Aksi iseng yang berbahaya ini ternyata berakibat serius. Kaca salah satu rangkaian kereta, tepatnya Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD, pecah akibat hantaman batu. Informasi ini diketahui dari laporan petugas di lapangan ke Pusat Pengendalian Operasi.
Para pelaku yang masih anak-anak itu kemudian dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tak lama setelahnya, mereka diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota. Proses ini dilakukan dengan didampingi orang tua masing-masing.
Artikel Terkait
Prancis Tolak Intervensi Militer AS, Serukan Dukungan untuk Rakyat Iran
Warga dengan Gangguan Jiwa Terseret Arus Irigasi di Tengah Pembagian Sembako
22 Unit Damkar Dikerahkan Atasi Kobaran Api di Rumah Tebet
Prabowo Gelar Rapat Dadakan di Bogor Usai Tur Dunia