Hingga malam ini, suasana di sejumlah sudut Ibu Kota masih muram. Genangan air belum sepenuhnya surut. Menurut data terbaru dari BPBD DKI Jakarta, tercatat masih ada enam Rukun Tetangga (RT) yang terendam banjir. Puluhan warganya pun terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah yang masih digenangi air.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, membenarkan hal itu dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026) malam.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 6 RT (tergenang)," ujarnya.
Data ini dihimpun hingga pukul tujuh malam. Wilayah terdampak paling parah masih terkonsentrasi di Jakarta Timur. Di Kelurahan Bidara Cina, dua RT terendam sekitar 30 sentimeter. Sementara di Kampung Melayu, kondisi lebih dalam: empat RT tergenang air setinggi 50 hingga 65 cm. Penyebabnya sama, curah hujan tinggi ditambah luapan Kali Ciliwung yang tak terbendung.
Bagi yang rumahnya tak lagi bisa ditinggali, mereka mencari tempat aman. Salah satunya di Jakarta Utara, tepatnya di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara. Di sana, tercatat 42 kepala keluarga atau sekitar 97 jiwa mengungsi.
Artikel Terkait
Warga dengan Gangguan Jiwa Terseret Arus Irigasi di Tengah Pembagian Sembako
22 Unit Damkar Dikerahkan Atasi Kobaran Api di Rumah Tebet
Prabowo Gelar Rapat Dadakan di Bogor Usai Tur Dunia
Tim Ahli KLH Turun ke Cisarua, Telusuri Dampak Urbanisasi Pasca-Longsor